Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Keluarga Alumni Fakultas Geografi (KAGEMA) Universitas Gajah Mada (UGM) menyampaikan usul agar ilmu geografi dapat menjadi mata pelajaran wajib di sekolah.
Hal ini seiring dengan proses pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), di mana mata pelajaran geografi menjadi mata pelajaran pilihan.
"Ilmu geografi sebaiknya menjadi mata pelajaran wajib," ungkap Ketua Umum KAGEMA, Joncik Muhammad dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).
Baca Juga : Revisi UU Sisdiknas Harus Perhatikan Tata Kelola dan Hak Guru
Menurutnya, geografi berperan strategis dalam menumbuhkan cinta tanah air, literasi lingkungan, kesadaran kebencanaan, serta keterampilan berpikir kritis-kreatif.
"Penguatan posisi geografi dalam kurikulum nasional bukan sekadar urusan akademik, tetapi langkah strategis untuk menjaga ketahanan bangsa, mengelola kekayaan alam, dan membangun generasi emas yang berdaya saing global sekaligus berakar kuat pada identitas kebangsaan," jelasnya.
Joncik menuturkan, literasi geografi berperan dalam menghadapi tantangan besar, yaitu: krisis iklim, kerusakan lingkungan, ancaman geopolitik, dan risiko fragmentasi sosial.
"Negara-negara maju seperti Jepang, Korea, Jerman, Inggris, Australia dan lainnya menempatkan geografi sebagai mata pelajaran inti (wajib) untuk memperkuat identitas nasional, literasi spasial, dan ketahanan lingkungan," terangnya.
Baca Juga : Revisi UU Sisdiknas Dipastikan Fokus pada Mutu, Guru, dan Anggaran Pendidikan
Namun saat ini, timpalnya, posisi geografi dalam kurikulum nasional terus mengalami penyusutan, terutama pada Kurikulum Merdeka, di mana geografi hanya menjadi mata pelajaran pilihan di SMA. Akibatnya, melemahnya literasi geografis bagi generasi muda.
"Dalam menyongsong pembangunan Indonesia dibutuhkan SDM yang menguasai literasi lingkungan, kebencanaan, dan geopolitik, yang mana saat ini makin melemah," sebutnya.
Karena itu, KAGEMA mengusulkan menetapkan geografi sebagai mata pelajaran wajib di SD, SMP, dan SMA yang dituangkan di dalam pasal UU Sisdiknas.
Baca Juga : Komisi X Dalami RUU Sisdiknas Lewat Dua Panja Strategis
Kemudian, mengintegrasikan isu strategis (geopolitik, bencana, perubahan iklim, sumber daya alam) dalam kurikulum geografi. Memperkuat kapasitas guru Geografi melalui pelatihan teknologi geospasial (Sistem Informasi Geografis (SIG), remote sensing, big data).
"Terakhir, menjadikan literasi geografi sebagai bagian dari Gerakan Literasi Nasional, setara dengan literasi baca, numerasi, dan sains," pungkasnya.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
