Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Mulai Oktober, Siswa SMA/SMK Bermasalah Bakal Dibina di Barak Kopassus

Pemprov Banten menyiapkan pembinaan siswa SMA/SMK di barak TNI mulai Oktober 2026. Sebanyak 600-1.000 siswa ditargetkan mengikuti program.

Siswa-siswi saat dilakukan pembinaan oleh TNI. (Foto: ilustrasi AI)
Siswa-siswi saat dilakukan pembinaan oleh TNI. (Foto: ilustrasi AI)
A A

Nusantaraterkini.co,  — Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan program pembinaan bagi siswa SMA dan SMK yang dinilai membutuhkan penguatan karakter, termasuk pelajar dengan tingkat kehadiran rendah di sekolah.

Program tersebut rencananya mulai dilaksanakan pada Oktober 2026 dengan menempatkan para siswa di sejumlah lokasi pembinaan milik TNI. Kegiatan akan berlangsung selama dua hari satu malam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) , Jamaluddin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tiga lokasi untuk pelaksanaan program tersebut.

“Itu rencananya di bulan Oktober ini, insyaallah. Ya, kita adakan. Ada tiga titik tadi yang sudah disampaikan. Ada di 203, Cobra, terus sama di ,” kata Jamaluddin dalam keterangan tertulis.

Siswa-siswi saat dilakukan pembinaan oleh TNI. (Foto: ilustrasi AI)
Siswa-siswi saat dilakukan pembinaan oleh TNI. (Foto: ilustrasi AI)

Menurut Jamaluddin, program pembinaan seperti ini menjadi langkah baru bagi Pemprov Banten untuk siswa jenjang SMA/SMK. Sebelumnya, saat menjabat sebagai Kepala Dinas di Kota Tangerang, ia mengaku pernah menjalankan program serupa untuk pelajar SMP.

“Kalau sewaktu saya jadi Kepala Dinas Kota Tangerang pernah saya lakukan untuk anak SMP. Kali ini anak SMA, baru kali ini, tahun ini kita mulai,” ujarnya.

Tak Hanya Siswa Bermasalah

Peserta program nantinya tidak hanya berasal dari siswa yang dianggap membutuhkan pembinaan khusus. Pemprov Banten juga berencana melibatkan pelajar yang memiliki potensi kepemimpinan.

Pengurus organisasi siswa seperti OSIS dan MPK juga akan menjadi bagian dari peserta program. Dengan demikian, kegiatan tersebut diarahkan tidak semata-mata sebagai pembinaan bagi siswa yang bermasalah, tetapi juga sebagai sarana pengembangan karakter dan kepemimpinan.

“Anak-anak bukan hanya istimewa saja, calon-calon pemimpin juga kita ingin juga termasuk OSIS, MPK,” kata Jamaluddin.

Ia menjelaskan, rendahnya tingkat kehadiran atau siswa yang kerap bolos menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan peserta. Pembinaan diharapkan dapat membantu memperkuat kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kemandirian, hingga nilai-nilai bela negara.

Jamaluddin juga meminta dukungan TNI dalam membantu proses pembinaan tersebut agar para siswa memiliki perubahan positif setelah mengikuti kegiatan.

Tidak Menggunakan Pola Pendidikan Militer

Meski berlangsung di lingkungan barak TNI, program tersebut tidak dirancang sebagai pendidikan militer dengan metode keras.

Jamaluddin menegaskan, materi pembinaan akan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Fokusnya antara lain penguatan kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian.

“Saya rasa enggak apa-apa, itu kan pembinaan. Pembinaan dalam rangka pembinaan rasa tanggung jawab, kemandirian, itu penting,” ujarnya.

Ia memastikan siswa tidak akan mendapatkan perlakuan seperti personel TNI. Peserta lebih banyak diarahkan melalui pemberian materi, arahan dan kegiatan yang berkaitan dengan pembentukan karakter.

“Di situ diajarin, tapi tidak digembleng seperti TNI. Paling dikasih arahan, terus lagi mungkin juga penguatan kedisiplinan, tanggung jawab, ya dikhususkan untuk siswa lah, tidak berat,” lanjutnya.

Target 600 hingga 1.000 Siswa

Pemprov Banten menargetkan program pembinaan tersebut diikuti sedikitnya 600 siswa. Jumlah peserta secara keseluruhan diperkirakan dapat mencapai sekitar 1.000 pelajar.

Sekolah yang nantinya ditunjuk untuk mengikuti program tersebut diharapkan bersedia mengirimkan peserta sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Iya, yang kita tunjuk harus mau. Karena target kita di antara 600 sampai 1.000, ya minimal 600 (anak)-lah,” kata Jamaluddin.

Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya Pemprov Banten dalam memperkuat karakter pelajar sekaligus meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab siswa di lingkungan sekolah.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru