Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dugaan Korupsi Chromebook Rp 9,9 T, Kejagung Didukung Periksa Nadiem Makarim dan Nimrod Sitorus

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kolase Foto. Laptop Chromebook pilihan Kemendikbud Nadiem Makarim. (Foto: Jagat Review/Wikipedia)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Mencuatnya soal pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook senilai Rp 9,9 triliun menuai dukungan dari aktivis anti korupsi agar Kejaksaan Agung RI segera menuntaskannya. 

Pasalnya, bantahan Nadiem Makarim soal spesifikasi chromebook yang sudah mendapat rekomendasi dan pendampingan dari Kejaksaan Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), terkesan pengaburan informasi serta berunsur fitnah bertujuan pelemahan penangan kasus. 

Baca Juga : Daftar Harga Emas Antam, UBS dan GALERI 24 di Pegadaian Hari Ini Selasa, 10 Desember 2024

Hal disampaikan Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah), Edison Tamba kepada wartawan, Rabu (18/6/2025).

Baca Juga : Pengunjuk Rasa Dukung Kajari Tangkap dan Adili Aktor Intelektual Koruptor di Kota Padangsidimpuan

Katanya, spesifikasi dan merek chromebook terindikasi konspirasi melalui pengakuan perusahaan pengadaan chromebook yaitu PT Zyrexindo Mandiri Buana. 

"Hasil investigasi tim kami, melalui lamaan website PT Zyrexindo Mandiri Buana salah satu perusahan pengadaan bahwa pemesanan itu murni dari Nadiem Makarim serta dikuatkan melalui Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dalam hal sosialisasi proyek laptop merah putih l, dan terxata di sejumlah media yaitu bisnis.com edisi Jumat, 22 Juli 2021," urai Edoy panggilan akrab Edison Tamba. 

Baca Juga : Geger, Pelajar SMP di Simalungun Ditemukan Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik dan Tangan Terikat Kabel

Dipaparkan Edoy, soal rekomendasi penggunaan chromebook yang disampaikan Nadiem Makarim terindikasi ada penguasa di negeri ini yang mengarahkan. 

Baca Juga : KPU Ubah Panelis untuk Debat Kedua Capres-cawapres 2024

Yang lebih menariknya lagi, PT Zyrexindo Mandiri Buana yang saham terbesarnya diakusisi oleh Nimrod Sitorus melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan akta perubahan no 72 tanggal 10 Oktober 2023, telah menerima pesanan 165.000 unit laptop senilai Rp700 miliar dan siap untuk memenuhi kebutuhan laptop dalam negeri senilai Rp17 triliun hingga tahun 2024.

"Corporate Secretary Zyrex, Evan Jordan secara gamblang menyebutkan di website Zyrex.com usai paparan secara virtual dengan Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim Senin (26/7/2021), langsung mendapat pesanan sebanyak 165.000 unit laptop dari 2 (dua) distributor kami untuk kebutuhan pengadaan di Kemendikbud-ristek dalam program digitalisasi pendidikan, di mana laptop-laptop tersebut akan dikirim ke sekitar 8.000 sekolah sebelum Desember 2021. Kami mampu memproduksi total 317.000 Laptop sehingga masih bisa menyuplai kebutuhan di DAK di tingkat provinsi, kebupaten dan kota,” ucapnya mengulang paparan Evan Jordan pada website Zyrex.com.

Baca Juga : Klaim Tumpang Tindih di Laut China Selatan Butuh Solusi Konkret

Ironisnya, lanjut Edoy, ZYREX siap memproduksi Laptop sesuai rencana pengadaan produk TIK untuk PAUD, SD, SMP, SMA, SLB dan SMK per tahun 2021-2024 yang mencapai minimal 1,3 juta Laptop senilai Rp 17 Triliun, belum termasuk yang dialokasikan via DAK Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Baca Juga : Simpan Sabu dalam Kotak Rokok, Pria 32 Tahun Diciduk Satres Narkoba Polres Binjai

Ditambah lagi, Nadiem Makarim menjanjikan pihaknya juga akan membeli beberapa alat teknologi dan informatika lainnya hingga 2024, seperti access point (99.634 unit), konektor (99.634 unit), LCD Proyektor (99.634 unit), layar proyektor (12.180 unit), dan speaker aktif (12.986 unit).

"Jadi, proyek bancakan ini berasal dari enam pabrikan laptop lokal, yakni PT Zyrexindo Mandiri Buana, PT Tera Data Indonesia, PT Supertone, PTEvercross Technology Indonesia, PT Bangga Teknologi Indonesia, dan Acer Manufacturing Indonesia. Seluruh pabrikan tersebut telah memiliki tingkat komponen dalam negeri lebih dari 25 persen. Pada Juli-November 2021, keenam pabrikan tersebut mampu memproduksi 718.000 unit laptop. Dengan kata lain, perlu ada permintaan hingga 528.430 agar seluruh produk tersebut terserap di dalam negeri," ucap Edoy lagi. 

Untuk itu, lanjut Edoy, Jaga Marwah akan membuat laporan resmi ke KPK dan Kejagung RI serta mengajak masyarakat untuk tidak percaya fitnahan Nadiem Makarim.

"Ayo masyarakat kita dukung Kejaksaan RI jangan ragu panggil Nadiem Makarim dan Dirut PT Zyrexin Mandiri Buana Nimrod Sitorus serta Corporate Secretary Zyrex, Evan Jordan. Jika terbukti, segera tetapkan status tersangka," pinta Edoy. 

Diduga keberadaan Nimrod Sitorus didalam perusahaan PT Zyrexindo Mandiri Buana untuk memuluskan mendapatkan fasilitas kredit modal kerja transaksional dari Bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri senilai Rp 243.660.000.000 serta tambahan limit fasilitas KMK seasonal sebesar Rp 130 Miliar. 

(fer/nusantaraterkini.co)