DPR Minta Kasus Keracunan MBG Diusut Tuntas, Irma Soroti Potensi Persaingan Bisnis
DPR meminta BGN mengusut tuntas kasus keracunan MBG. Irma Suryani juga menyoroti standar dapur SPPG dan potensi persaingan bisnis.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengusut tuntas setiap kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kejadian tersebut tidak serta-merta disebabkan kelalaian petugas, sehingga perlu investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab sebenarnya, termasuk kemungkinan adanya persaingan bisnis.
“Tentu itu juga harus melalui investigasi yang betul karena tidak semua keracunan-keracunan tersebut disebabkan oleh misalnya kelalaian dari BGN, tapi juga ada yang saya minta investigasi dari BGN bisa saja terkait dengan persaingan bisnis dan lain sebagainya,” kata Irma, Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, penyebab setiap kasus keracunan harus ditelusuri secara menyeluruh berdasarkan fakta dan hasil investigasi. Dengan demikian, tidak semua kejadian langsung dikaitkan dengan kelalaian dalam pelaksanaan program MBG.
Selain persoalan keracunan, Irma menyoroti proses pembangunan dapur SPPG yang dinilai dilakukan secara terburu-buru untuk mengejar target pelaksanaan program. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat sejumlah ketentuan dan standar yang berlaku tidak terpenuhi.
Ia menilai kelayakan dapur SPPG menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan karena berkaitan langsung dengan keamanan makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat MBG.
Karena itu, Irma meminta BGN mengevaluasi kembali SPPG yang dinilai belum layak beroperasi atau berpotensi membahayakan masyarakat.
Ia juga meminta BGN tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap SPPG yang tidak memenuhi standar, termasuk menghentikan sementara operasionalnya apabila ditemukan kondisi yang dapat membahayakan penerima manfaat.
“Saya juga menyampaikan kepada BGN untuk melihat kembali kesiapan mereka. Kalau tidak memungkinkan dan membahayakan publik, seharusnya di-suspend. Jangan juga kemudian kita ragu-ragu untuk melakukan tindakan tegas tapi justru membahayakan anak-anak bangsa ini karena keracunan,” tegas politikus NasDem ini.
Meski demikian, Irma mengapresiasi langkah BGN dalam membenahi pelaksanaan program MBG. Ia menyebut DPR, khususnya Komisi IX, akan terus mendukung upaya perbaikan agar program tersebut dapat berjalan lebih efektif.
“Saya terus terang mengapresiasi pengurus yang ada hari ini yang telah bekerja menurut saya luar biasa ketika membenahi, membenahi benang yang sangat kusut, walaupun masih ada keracunan di beberapa tempat,” ujar Legislator dapil Sumsel II ini.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMUTKAI Sumut Tambah Jadwal KA Datuk Blambangan Rute Tebingtinggi–Siantar, Tarif Hanya Rp5 Ribu
Rozie Winata·Beberapa detik yang lalu -
NASIONALPemerintah Pangkas Bunga UMKM Jadi 8 Persen dan Ambil Alih Kebun Ilegal
Herman Saleh Harahap·16 menit yang lalu -
NEWSSoal Penyadapan, Golkar: Jika Terbukti Makar, Tindak Tegas
Herman Saleh Harahap·24 menit yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALJokowi Ditegur Hakim Saat Sidang Kasus Roy Suryo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALJokowi Hadiri Sidang Soal Ijazah Ditemani Kaesang dan Kahiyang
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTSebanyak 1.341 Kejadian Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumut Hingga November
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSPenggerebekan Pesantren Sukoharjo, DPR Minta Penegak Hukum Lebih Profesional
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSAksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALJemput Paket di Ekspedisi, Pria di Padangsidimpuan Ditangkap
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan