Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

DPR Desak Negara Bertindak Keras, Pasar Modal Dinilai Dikuasai Kejahatan Terstruktur

Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menindak tegas pelanggaran di pasar modal dinilai sebagai peringatan keras bagi seluruh aktor dan otoritas

Anggota Komisi XI DPR Marwan Jafar, menegaskan bahwa negara tidak boleh lagi bersikap lunak terhadap mafia pasar modal yang merusak kepercayaan publik dan investor global. (foto:istimewa)
Anggota Komisi XI DPR Marwan Jafar, menegaskan bahwa negara tidak boleh lagi bersikap lunak terhadap mafia pasar modal yang merusak kepercayaan publik dan investor global. (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – untuk menindak tegas pelanggaran di pasar modal dinilai sebagai peringatan keras bagi seluruh aktor dan otoritas yang selama ini dianggap membiarkan praktik tumbuh subur di .

, menegaskan bahwa negara tidak boleh lagi bersikap lunak terhadap yang merusak kepercayaan publik dan .

“Ini bukan sekadar imbauan. Ini perintah politik Presiden yang harus dijalankan tanpa kompromi. Jika masih ada pembiaran, maka itu sama saja dengan melindungi kejahatan keuangan,” kata Marwan, Sabtu (7/2/2026).

Marwan menilai gejolak pasar dalam sepekan terakhir membuka wajah asli pasar modal Indonesia yang rapuh, sarat manipulasi, dan gagal diawasi secara serius. Ia menegaskan, praktik saham gorengan bukan fenomena biasa, melainkan bentuk kejahatan terorganisir yang merusak mekanisme pasar dan menipu investor ritel secara sistematis.

“Saham gorengan itu bukan anomali, tapi bukti kegagalan pengawasan. Ini yang menghancurkan kredibilitas bursa dan mempermalukan Indonesia di mata dunia,” tegasnya.

Ia juga menolak keras narasi yang mencoba mengaburkan pelaku dengan mengaitkan praktik manipulatif tersebut pada kelompok atau isu tertentu. Menurutnya, yang harus diburu adalah aktor, jaringan, dan pihak yang menikmati keuntungan dari distorsi harga saham, termasuk saham-saham yang berulang kali mengalami auto rejection atas (ARA) secara tidak wajar.

Marwan mendesak pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh pemangku kepentingan pasar modal untuk menghentikan sikap normatif dan mulai melakukan penindakan nyata, transparan, dan terukur. Evaluasi berkala, pembongkaran transaksi mencurigakan, hingga sanksi pidana harus menjadi langkah konkret, bukan sekadar retorika.

“Kalau pasar modal terus dibiarkan menjadi arena spekulasi liar dan manipulasi harga, maka jangan heran jika investor asing hengkang dan investor domestik terus jadi korban,” ujarnya.

Tekanan terhadap pasar modal Indonesia semakin kuat setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menerbitkan kebijakan baru yang berdampak pada koreksi signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Lemahnya transparansi dan dugaan gangguan dalam pembentukan harga saham dinilai menjadi faktor utama yang memicu ketidakpercayaan global.

Akibat kondisi tersebut, IHSG tercatat anjlok hingga 16,7 persen, memperlihatkan betapa rentannya pasar bursa nasional terhadap guncangan dan manipulasi internal.

“Ini alarm keras. Kalau instruksi Presiden ini gagal dijalankan, maka yang gagal bukan hanya pasar modal, tapi negara dalam melindungi warganya,” pungkas Marwan. 

(LS/Nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait