Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dinkes Sumut Segera Bentuk Tim Satgas Kendali Mutu Pelayanan Kesehatan

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy dalam pertemuan. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Rumah Sakit memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, inovatif dan efisien, sesuai dengan standar pelayanan minimal yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Faisal Hasrimy dalam pertemuan Diseminasi Pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) Pelayanan Kesehatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) di Rumah Sakit, Selasa (3/12/2024).

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan RSUD kabupaten/kota, rumah sakit swasta, BUMN, TNI/Polri, serta Dinas Kesehatan kabupaten/kota, baik secara luring maupun daring. Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan didampingi oleh Kepala Bidang Yankes, dr. Nelly Fitriani dan Kepala Seksi Yankes Rujukan, dr. Mhd. Emirsyah Harvian Harahap.

Baca Juga : Letnan Dalimunthe: Narkoba Bukan Hanya Tugas Aparat dan Pemerintah, Tetapi Tanggung Jawab Kita Semua

Melalui pertemuan ini, Faisal menyampaikan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumut berencana membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Kendali Mutu Pelayanan Kesehatan. Pembentukan tim ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan, sekaligus memastikan setiap rumah sakit memenuhi standar dan regulasi yang berlaku.

Tim Satgas akan bertugas untuk melakukan pengawasan dan evaluasi mutu pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan di Sumut. Tim ini juga akan menjalankan program monitoring dan evaluasi secara rutin untuk mengidentifikasi potensi masalah, memberikan rekomendasi perbaikan, serta memberikan teguran atau sanksi sesuai dengan PP No. 28 Tahun 2024. 

"Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah maupun lembaga akreditasi terkait," tegasnya.

Baca Juga : Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radias Diharapkan dapat Menjaga Kepercayaan Dunia Terhadap Produk Indonesia

Dengan dibentuknya Tim Satgas Kendali Mutu Pelayanan Kesehatan, dia berharap, seluruh fasilitas kesehatan di Sumut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

"Langkah ini sejalan dengan upaya untuk memastikan pelayanan kesehatan yang terjangkau, berkualitas, dan sesuai dengan standar nasional maupun internasional, serta menciptakan sistem kesehatan yang lebih efisien dan profesional di Provinsi Sumatera Utara," imbuhnya.

Sementara, Kepala Seksi Yankes Rujukan, dr. M. Emirsyah Harvian menambahkan, bahwa pembentukan tim ini bertujuan untuk menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit.

Baca Juga : Kejari Langkat Gerebek Kantor Rekanan Proyek Smartboard Rp50 Miliar di Jakarta

“Agar kita dapat melihat kondisi rumah sakit secara berkala dalam hal mutu. Misalkan dua atau tiga bulan sekali, tim ini akan turun untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Hal ini penting karena banyak keluhan masyarakat,misalkan tidak dilayani atau komunikasi yang kurang efektif, atau tidak ada obat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa mutu pelayanan kesehatan mencakup seluruh aspek, mulai dari proses masuk pasien hingga keluar pasien.

“Makanya Pak Kadis membuat Satgas ini. Banyak rumah sakit yang sudah terakreditasi, tetapi masyarakat masih sering mengeluhkan kualitas pelayanan. Dinas Kesehatan memiliki Tupoksi untuk memastikan mutu pelayanan, sehingga jika ditemukan kualitas mutu kurang baik, mohon maaf, maka dengan berat hati kita akan memberikan sanksi, baik ringan maupun berat,” jelasnya.

Baca Juga : Peninjauan Poskesdes Teluk Pulai Dalam, Kadis Kesehatan Tegaskan Peran Strategis Layanan Desa jadi Prioritas

Ia juga menyampaikan bahwa tim ini akan segera bekerja setelah proses administrasi selesai.

“Tim ini akan bekerja dalam waktu cepat. Saat ini, tim masih dalam proses penerbitan SK, tetapi paling lambat pada Januari tahun depan kami sudah mulai melakukan monitoring dan evaluasi,” tutupnya.

(Zie/Nusantaratrkini.co)