Dinas Pendidikan Jamin Guru Honorer Tetap Mengajar, Proses Transisi PPPK Tunggu Arahan Pusat
Dinas Pendidikan Sumut memastikan guru honorer tetap mengajar di sekolah sambil menunggu arahan pusat terkait transisi PPPK 2026.
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Dinas Pendidikan memberikan kepastian mengenai nasib tenaga pendidik yang bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) menyusul adanya kebijakan pemerintah terkait batas waktu penataan tenaga honorer pada tahun 2026. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Riki, staf Dinas Pendidikan Sumatera Utara di Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Jalan Cik Ditiro Medan, Selasa (12/5/2026).
Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi berkurangnya tenaga pendidik setelah tahun 2026, Riki menegaskan tidak ada rencana untuk merumahkan guru honorer. Kebijakan ini, kata dia, merupakan instruksi langsung dari Kepala Dinas Pendidikan dan Gubernur Sumatera Utara.
"Guru honorer di sekolah tetap berada di sekolah, tidak diposisikan di luar. Mereka tetap mengajar seperti biasa dan tidak ada yang kita rumahkan, karena kita memang membutuhkan semua guru tersebut," ujar Riki.
Terkait proses pengalihan status guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau ASN, Riki menjelaskan bahwa wewenang penuh berada di tangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Riki juga mengungkapkan bahwa ketergantungan terhadap tenaga honorer saat ini bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak akibat minimnya jumlah ASN di sekolah-sekolah tertentu.
"Contoh di salah satu sekolah, guru ASN-nya mungkin cuma satu, sementara siswanya banyak. Tentu yang digunakan adalah guru honorer, karena tidak mungkin satu guru ASN mengajar seluruh jam di sekolah tersebut," jelas Riki.
Ia juga menekankan bahwa secara fungsional, semua guru diperlakukan sama dalam kegiatan belajar mengajar. Riki juga menyatakan tidak akan menghalangi para guru yang ingin mengikuti seleksi PPPK secara mandiri selama mereka memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MenPAN-RB.
"Dinas berkomitmen untuk terus memberdayakan tenaga yang ada saat ini, guna menjaga stabilitas pendidikan di sekolah negeri," pungkasnya.
(Cw5/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp20 Ribu ke Rp2.545.000 Per Gram Jelang Akhir Pekan
Rozie Winata·37 menit yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hanguskan 9 Rumah di Komplek Griya Pesona Minimalis Medan Marelan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALSolidaritas Ojol Desak Kapolri Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSHensa Duga Jokowi Pamer Ijazah untuk Alihkan Isu Penyadapan Prabowo
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
POLITIKBantah Isu Munaslub Golkar, Ahmad Doli Tegaskan Hubungan Baik dengan Bahlil
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIChusnunia Chalim Dorong Penguatan Industri Bahan Baku Pakan Ternak Lokal
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Pangan Melonjak, Imas Aan Desak Kemendag Segera Lakukan Pengendalian
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
TRAVELPemprov Sumut Ajukan Megalitik Nias Selatan Jadi Warisan Dunia
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSAnggota DPR Siap Fasilitasi Hak Pekerja Korban Kecelakaan Kerja PT Daehyun
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan