nusantaraterkini.co, MEDAN - Mahalnya harga tiket domestik saat ini masih belum mendapatkan solusi. Bahkan, meroketnya harga tiket pesawat ini berdampak kepada pariwisata domestik yang ada di Indonesia.
Wisatawan domestik banyak yang lebih memilih bepergian ke luar negeri lantaran tiket pesawat ke sana tergolong murah bila dibandingkan harga tiket di dalam Indonesia.
Mahalnya harga tiket pesawat domestik ini diakui Kadis Pariwisata Samosir, Tetty Naibaho. Ia menyebutkan banyak wisatawan lokal yang akhirnya memilih berwisata ke negara tetangga ketimbang ke wisata dalam negeri khususnya di wilayah Samosir.
Baca Juga : Harga Tiket Pesawat Jakarta-Solo PP Januari 2024, mulai Rp 700 Ribu
"Program Menparekraf ini kan Bangga berwisata di Indonesia tapi kurang dibarengi dengan kebijakan harga tiket yang masih terlalu mahal. Maka wisatawan Indonesia khususnya Sumut malah wisatanya ke Singapura, Malaysia, ataupun Thailand karena dengan biaya Rp 5 juta sudah bisa beberapa negara. Sedangkan ke Jakarta pulang pergi sudah hampir Rp 4 juta per orang," kata Tetty.
Tetty menyebutkan bahwa wisatawan lokal yang berlibur ke Samosir rata-rata masih warga yang berdomisili di Sumut.
"Biasa ada yang dari Medan, Siantar, paling jauh dari Pekanbaru atau Jakarta. Tapi kalau yang seperti dari Yogyakarta itu sangat jarang ya, Sulawesi, ataupun Jayapura dan Bali itu paling jarang. Itu tadi dampak harga tiket mahal," pungkasnya.
Baca Juga : Iskandar ST jadi Korban Salah Tangkap, Fraksi NasDem Desak Polrestabes Medan Klarifikasi
Berdasarkan aplikasi penjualan tiket online, harga tiket pesawat rute Medan-Kuala Lumpur pergi-pulang (PP) seharga Rp 800 ribuan per orang. Kemudian harga tiket pesawat rute Medan-Singapura PP yang cukup hanya merogoh kocek Rp 1,7 jutaan. Selanjutnya harga tiket pesawat rute Medan-Bangkok PP dipatok seharga Rp 2,2 jutaan per orang.
Harga tiket pesawat rute mancanegara ini jauh lebih murah berkali lipat apabila dibandingkan dengan penerbangan domestik. Contohnya, detikers dapat naik pesawat empat kali Medan-Malaysia sebanding dengan tiket satu kali Medan-Jakarta seharga Rp 1,4 juta.
Terkait hal ini, Tetty berharap agar pemerintah pusat dapat mencari solusi agar penurunan tiket dapat terjadi sehingga menarik wisatawan domestik untuk berlibur di dalam negeri.
Baca Juga : Dikira Pelaku Judi Online, Ketua Nasdem Sumut jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi di Pesawat
"Harapannya dengan program Bangga Berwisata di Indonesia Saja berarti harus dibarengi dengan kebijakan pemerintah pusat bersama dengans stakeholder untuk kebijakan baru agar ada penurunan tiket lah. Supaya orang Indonesia itu jangan berwisata ke luar negeri semua," ucapnya.
Sementara itu, Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) mengaku harga tiket sudah melambung tidak wajar.
"Banyak orang yang mengeluh terutama masyarakat apalagi kita yang tergabung agen travel yang menjadi polemik bahwa tiket pesawat yang terlalu tinggi. Apalagi sekarang ini lebih enggak karuan. Sekarang ke Padang saja sudah Rp 1 jutaan, itu masih daerah Sumatera. Apalagi ke daerah Jawa, Bali, atau Kalimantan," ungkap Wakil Ketua Astindo Sumut Ahmad Fauzi Lubis, dikutip detik Senin (28/10/2024).
Baca Juga : Kohati Sumut Dorong Kepemimpinan Perempuan di Ranah Publik dan Domestik
Berdasarkan pantauan melalui aplikasi tiket online, harga tiket pesawat rute Medan (Kualanamu) menuju Tapanuli Utara (Bandara Sisingamangaraja XII) dipatok seharga Rp 3 jutaan per orang.
Harga tiket pesawat rute ini lebih mahal dua kali lipat ketimbang harga tiket pesawat Medan-Jakarta yang dipatok seharga Rp 1,5 juta per orang.
"Setelah Covid-19 ini harga melonjak, sebelum itu pernah kita ke Padang itu hanya Rp 400 ribu per orang. Coba sekarang dicek, ke Jakarta dulu itu cuma Rp 700 ribu-Rp 800 ribu per orang," tuturnya.
Baca Juga : Harga Tiket Pesawat Penerbangan Domestik Mahal, Berlangsung Sejak Covid 19
Terkait hal ini, Fauzi mengakui destinasi alam di berbagai daerah di Indonesia "kurang laku" terjual lantaran terbentur harga tiket yang melambung.
"Saya punya kawan bisnis di Makassar, dia sering bawa tamu pemerintahan rapat, saya bilang bawa ke Sumut atau Danau Toba dan dia bilang tidak ada (minat) karena tiket terlalu tinggi. Kalau ke provinsi sekitar aja kan hanya satu kali penerbangan sedangkan ke Sumut mesti dua kali (transit). Itu menyebabkan permintaan jadinya hampir tidak ada," jelasnya.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Sumber : detik
