nusantaraterkini.co, AS - Dilanda badai musim dingin ekstrem, delapan warga Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas.
Badai musim dingin dahsyat yang melanda Amerika Serikat bagian selatan ini membawa salju, es, dan suhu beku
Dimulai di Texas dan membentang melalui Deep South hingga Florida dan Outer Banks di North Carolina. Salju dan hujan es menciptakan penumpukan es di kota-kota seperti New Orleans, Atlanta, dan Jacksonville.
Baca Juga : Curi Kabel Underground Senilai Rp 75 Juta, 3 Pria di Ogan Ilir Diringkus Polisi
Setidaknya delapan orang meninggal akibat badai salju yang membawa suhu beku dan angin dingin yang kuat pada Rabu (22/1/2025) waktu setempat.
"Badai musim dingin membawa salju lebat, es, dan suhu beku ke Amerika Serikat bagian selatan pada hari Rabu, menewaskan sedikitnya delapan orang dan mencetak rekor hujan salju baru," ungkap laporan Associated Press dikutip melalui RMOL, Kamis (23/1/2025).
Baca Juga : Lumba-Lumba Mati Ditemukan Warga di Pagar Laut Bekasi
Hembusan udara Arktik juga menyebabkan pembekuan yang dalam di wilayah tengah dan timur AS, yang mengakibatkan banyak penerbangan terhenti.
Kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah untuk lebih dari satu juta siswa ditutup, karena mereka lebih terbiasa dengan penutupan akibat badai daripada hari-hari bersalju.
Salju setinggi 25 sentimeter di New Orleans memecahkan rekor, melampaui total salju di Anchorage, Alaska, sejak Desember, menurut National Weather Service.
Baca Juga : Wakil Ketua MPR RI: Indonesia Harus Tolak Ide Trump Relokasi Warga Gaza
Layanan cuaca memperkirakan bahwa suhu yang sangat dingin dan angin dingin akan terus berlanjut di wilayah selatan pada Kamis pagi, dengan embun beku yang meluas berlangsung hingga akhir pekan.
Namun, suhu tinggi diperkirakan akan naik di atas titik beku di tempat-tempat seperti New Orleans pada hari Kamis, dan di Tallahassee dan pesisir Carolina pada hari Jumat.
Salju dan es juga menutup jalan raya, termasuk bagian dari jalan raya antarnegara bagian paling selatan, I-10. Jalan dan jembatan yang ditinggikan di atas rawa Louisiana sangat rentan terhadap pembekuan.
Baca Juga : Pencari Suaka asal Afghanistan Serang Penitipan Anak di Jerman, Dua Orang Tewas
Di Charleston, Carolina Selatan, butuh waktu hampir 16 jam bagi kru untuk membuka kembali satu sisi Jembatan Ravenel sepanjang 4 kilometer yang dilalui sekitar 100.000 kendaraan setiap hari.
Tumpukan salju juga menyebabkan masalah bagi pengemudi di Georgia, dengan polisi menjawab lebih dari 1.000 panggilan untuk meminta bantuan.
Badai, yang memicu peringatan badai salju pertama untuk beberapa bagian pantai Texas dan Louisiana, juga menyelimuti pantai berpasir putih di Gulf Shores, Alabama, dan Pantai Pensacola, Florida.
(Dra/nusantaraterkini.co).
