Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Detik-detik Tungku Smelter PT ITSS Morowali Meledak, Diduga Ada Cairan Pemicu Ledakan

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Situasi terkini bagian pabrik PT ITSS setelah tungku smelter No. 41 yang terbakar tadi pagi pukul 06.15 WITA berhasil dipadamkan oleh Tim Pemadam Kebakaran PT IMIP.(Dok PT IMIP)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Terjadi kecelakaan yang dialami pekerja pabrik pengolahan nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), di Morowali, Sulawesi Tengah Minggu (24/12/2023).

Kepala Divisi Media Relations PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Dedy Kurniawan mengatakan, kecelakaan kerja itu terjadi saat pekerja melakukan perbaikan tungku dan pemasangan pelat pada bagian tungku, pukul 05.30 WITA.

"Hasil investigasi awal, penyebab ledakan diperkirakan karena bagian bawah tungku masih terdapat cairan pemicu ledakan. Saat proses perbaikan tersebut, terjadi ledakan," kata Dedy melalui rilis tertulisnya, seperti ditulis Tribun Palu.

Baca Juga : Korban Meninggal akibat Kebakaran Smelter di PT ITSS Bertambah Jadi 16 Orang

"Adapun di lokasi juga terdapat banyak tabung oksigen yang digunakan untuk pengelasan dan pemotongan komponen tungku. Akibatnya, ledakan petama memicu beberapa tabung oksigen di sekitar area ikut meledak,"ujarnya.

Dia menjelaskan, kebakaran tungku berhasil dipadamkan pukul 09.10 WITA. Adapun pekerja yang menjadi korban kecelakaan telah dibawa ke klinik 1 dan 2 PT IMIP. Informasi awal yang dihimpun dari Klinik IMIP hingga pukul 10.00 Wita, jumlah korban saat ini sebanyak 51 orang.

Sebanyak 12 orang di antaranya meninggal dunia dan 39 lainnya mengalami luka berat hingga luka ringan. Korban meninggal dunia terdiri atas 7 tenaga kerja asal Indonesia, dan 5 tenaga kerja asing. Sementara itu, korban luka-luka sedang mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga : Tungku Pabrik Smelter PT ITSS Meledak 13 Pekerja Meninggal.

Saat ini PT IMIP terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menginvestigasi hingga penanganan korban. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, seluruh biaya perawatan bagi korban akan ditanggung oleh manajemen PT IMIP, termasuk berupa uang santunan duka kepada keluarga korban.

Pihak manajemen PT IMIP masih berkoordinasi untuk penanganan krisis seluruh aspek, antara lain mencakup penyiagaan keamanan dan keselamatan karyawan, klinik medis, sekuriti, dan penyediaan informasi kepada publik.

Saat ini, beberapa korban yang berhasil diidentifikasi dan atas permintaan pihak keluarga korban, jenazah mereka hari ini telah diterbangkan ke kampung halaman masing-masing.

"PT IMIP sebagai perusahaan yang menaungi kawasan lingkar industri Morowali turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah ini, terutama keluarga para korban yang terdampak dari tragedi ini," ujar Dedy. Sementara itu,

Humas Kepolisian Resor (Polres) Morowali Ipda Abdul Hamid membenarkan soal adanya ledakan di kawasan PT IMIP.

"Kami masih mendalami penyebab peristiwa ini, dan informasi kami terima pekerja mengalami luka bakar kini dilarikan ke klinik milik perusahaan guna mendapat perawatan intensif," tuturnya, dilansir dari Antara. (rsy/nusantaraterkini.co)