Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Darurat Kriminal, Ekuador Kembali Terapkan Jam Malam di 5 Provinsi

Ekuador berlakukan jam malam di lima provinsi pesisir untuk tekan kejahatan jelang pemilu daerah

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini memperlihatkan personel militer Ekuador yang dikerahkan di dekat penjara El Inca, Quito utara, ibu kota Ekuador. (Foto: Xinhua/Ricardo Landeta)
Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini memperlihatkan personel militer Ekuador yang dikerahkan di dekat penjara El Inca, Quito utara, ibu kota Ekuador. (Foto: Xinhua/Ricardo Landeta)
A A

Nusantaraterkini.co, QUITO - Pemerintah pada Minggu (1/11/2026) memberlakukan baru di lima provinsi yang dilanda kekerasan hingga 10 November untuk memberantas terorganisasi dan perdagangan .

Presiden Ekuador memberlakukan jam malam melalui perintah eksekutif di Provinsi Guayas yang menjadi lokasi bagi Guayaquil, kota terpadat di negara itu, serta provinsi Manabi, Los Rios, El Oro, dan Esmeraldas. Semua provinsi tersebut terletak di wilayah pesisir Ekuador.

tersebut menyerukan kepada warga untuk tetap berada di dalam rumah mulai tengah malam hingga pukul 05.00 waktu setempat, dan pelaksanaan operasi khusus antikejahatan guna menekan kekerasan di provinsi-provinsi tersebut, menurut pemerintah.

Hal itu menandai keempat kalinya tahun ini Noboa memberlakukan jam malam, menyusul pembatasan serupa yang diberlakukan pada Maret, Mei, dan September.

Langkah tersebut bertepatan dengan libur nasional selama empat hari yang dimulai pada 31 Oktober dalam rangka memperingati Hari Arwah (All Souls' Day) dan peringatan kemerdekaan Cuenca, kota terpadat ketiga di , yang terletak di bagian selatan.

Langkah tersebut juga mulai berlaku empat pekan menjelang pemilihan umum daerah.

Noboa telah berulang kali menyatakan keadaan pengecualian atau jam malam, baik secara nasional maupun di provinsi-provinsi tertentu, sebagai bagian dari strategi antikejahatannya.

Sejak Januari 2024, pemerintahan Noboa telah menyatakan negara tersebut berada dalam keadaan "konflik bersenjata internal" melawan geng-geng kriminal yang berkaitan dengan perdagangan , yang dia sebut sebagai "teroris", di tengah meningkatnya kekerasan yang ditandai dengan serangan bersenjata, penculikan untuk pemerasan, dan pembunuhan.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru