Dampak Perang Tarif, Emas Turut Jadi Penyumbang Inflasi Sumut
Khusus, di bulan Oktober 2025 (y on y) emas memberi andil inflasi sebesar 0,67 persen dari inflasi Sumut Oktober 2025 yang mencapai 4,97 persen.
Nusantaraterkini.co, MEDAN-Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, merilis emas turut menjadi penyumbang inflasi Sumut di bulan Oktober 2025. Bahkan secara year on year, kelompok kelompok perawatan pribadi dan jasa
lainnya, yang salah satunya emas menjadi penyumbang terbesar inflasi Sumut.
Baca Juga : Tekan Inflasi, Pemprov Sumut Pantau Sejumlah Komoditas
Kepala BPS Sumut Asim Saputra, saat membacakan Berita Resmi Stastik (BRS), Senin (3/11/2025), memaparkan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sebagian besar kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 9,58 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,31 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,79 persen, kelompok kesehatan sebesar 4,06 persen, kelompok transportasi sebesar 1,48 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,40 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,70 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,82 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,57 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,03 persen.
Khusus, di bulan Oktober 2025 (y on y) emas memberi andil inflasi sebesar 0,67 persen dari inflasi Sumut Oktober 2025 yang mencapai 4,97 persen. Meski dibandingkan September 2025, Sumut mengalami deflasi sebesar 0,20 persen, emas perhiasan masih memberikan andil inflasi sebesar 0,21 persen.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumut Fitra Kurnia, mengungkapkan, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi langsung terkait harga emas.
"Operasi pasar yang kita lakukan hanya untuk bahan pokok dan komoditas penting di pasar. Kalau emas tidak bisa kita intervensi pasarnya," ungkap Fitra Kurnia, kepada Nusantaraterkini.co, Selasa (4/11/2025).
Baca Juga : Jelang Data Inflasi AS, Harga Emas Anjlok Lagi
Menurutnya, lonjakan harga emas dipengaruhi adamya perang tarif dua negara "penguasa" ekonomi dunia Amerika Serikat (AS) dan China. Kondisi ini, sebutnya, lebih meluas sebab kedua negara ini juga mengajak negara-negara mitranya untuk melakukan hal yang sama.
"Untuk emas, kita tidak bisa kendalikan sepenuhnya. Dampak perang tarif itu, pelaku pasar mengkoversi mata uang mereka kepada pembelian emas, yang mereka anggap lebih stabil dan lebih aman untuk dipegang. Jadi, mereka banyak yang melepas mata uang asing itu untuk membeli emas," jelasnya.
(emn/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMITata Kelola Gula Dirombak, Pengawasan Impor Rafinasi Didesak
Herman Saleh Harahap·6 menit yang lalu -
SUMSELDampak Fenomena MJO, Wilayah Sumsel Berpotensi Diguyur Hujan
Herman Saleh Harahap·17 menit yang lalu -
KOTA MEDANLayanan Publik Berbasis AI Segera Diterapkan di Medan
Herman Saleh Harahap·39 menit yang lalu -
NEWSKetua PKK Pasbar Hadiri Rapat Tata Kelola se-Indonesia Barat
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAAtlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak di Korea Selatan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALPeserta MagangHub Batch 2 Diminta Tertib Administrasi Sejak Hari Pertama
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSJelang HUT Ke-81, Pasahli Panglima TNI Sambangi Mantan Panglima TNI
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·4 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·7 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan