Untung Rugi Perang Tarif AS dan China
"Perang tarif ini menjadikan mereka (AS dan China) mencari pasar baru, salah satunya Indonesia, tentunya termasuk Sumut. Sehingga, semakin banyak bar
Nusantaraterkini.co, MEDAN-Perang tarif yang terus terjadi dan bahkan kian memanas antara dua negara besar Amerika Serikat (AS) dan China dipastikan mempengaruhi kondisi pasar dunia, tak terkecuali Provinsi Sumatera Utara.
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumut Fitra Kurnia, mengungkapkan, keuntungan yang bisa didapat antara lain adalah akses barang yang semakin mudah bagi konsumen. Pasalnya, dengan adanya perang tarif tersebut, maka kedua negara akan berupaya memasarkan produknya ke negara lain yang tarifnya lebih murah.
Baca Juga : Trump Ancam Terapkan Tarif 50 Persen terhadap Impor dari UE, Bursa Eropa Langsung Anjlok
"Perang tarif ini menjadikan mereka (AS dan China) mencari pasar baru, salah satunya Indonesia, tentunya termasuk Sumut. Sehingga, semakin banyak barang yang memungkinkan mereka ekspor ke Sumut. Hal ini memberi keuntungan bagi konsumen karena semakin banyak pilihan produk yang bisa didapat," ujar Fitra Kurnia, kepada Nusantaraterkini.co, Selasa (4/11/2025).
Semakin banyak barang yang masuk, lanjut Fitra, tentu berdampak terhadap harga yang semakin bersaing. Dengan kata lain, konsumen di Indonesia, khusunya di Sumut bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah.
Baca Juga : Perang Dagang AS-China Mencair, Kedua Negara Sepakati Pangkas Tarif
"Konsumen diuntungkan dalam hal ini, mudah mendapatkan produk karena banyak beredar di pasar. Sehingga harganya juga semakin terjangkau oleh konsumen," ungkapnya.
Namun demikian, lanjut Fitra Kurnia, perang dagang dua negara "penguasa" ekonomi dunia ini juga memberi dampak negatif. Pasalnya, kata dia, dengan semakin banyaknya barang beredar akan berimbas kepada industri di dalam negeri.
"Mekanisme pasar, supplay dan demand akan berlaku. Dengan barang yang semakin banyak dan variatif, maka akan terjadi persaingan harga. Tentunya, ini menjadi tantangan terbesar buat industri dalam negeri," ungkap Fitra.
Diungkapkan Fitra, dampak negatif tersebut sudah mulai terlihat saat ini. Misalnya, dengan banyaknya industri dalam negeri yang mulai mempertimbangkan ulang produksinya dan bahkan sudah ada yang mengalami penurunan produksi atau bahkan berpindah lokasi untuk sekedar menekan biaya produksi.
Baca Juga : Perang Dagang AS-China Tekan Daya Beli Petani di Sumut
"Industri dipaksa bersaing mengikuti mekanisme pasar. Kita berharap dengan dampak ini industri dalam negeri bisa memanfaatkannya untuk lebih inovatif dan mampu bersaing dan bahkan bisa memperoleh manfaat dari situasi perang tarif ini," harapnya.
(emn/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMITata Kelola Gula Dirombak, Pengawasan Impor Rafinasi Didesak
Herman Saleh Harahap·5 menit yang lalu -
SUMSELDampak Fenomena MJO, Wilayah Sumsel Berpotensi Diguyur Hujan
Herman Saleh Harahap·16 menit yang lalu -
KOTA MEDANLayanan Publik Berbasis AI Segera Diterapkan di Medan
Herman Saleh Harahap·39 menit yang lalu -
NEWSKetua PKK Pasbar Hadiri Rapat Tata Kelola se-Indonesia Barat
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAAtlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak di Korea Selatan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALPeserta MagangHub Batch 2 Diminta Tertib Administrasi Sejak Hari Pertama
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSJelang HUT Ke-81, Pasahli Panglima TNI Sambangi Mantan Panglima TNI
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·4 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·7 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan