Ekspor Sumut Relatif Aman di Tengah Perang Dagang AS vs China
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Januari– September 2025 mencapai US$9.293,48 jut
Nusantaraterkini.co,MEDAN-Perang dagang yang ditandai perang tarif Amerika Serikat (AS) dan China tampaknya belum begitu mempengaruhi kondisi ekspor Sumatera Utara (Sumut) secara keseluruhan. Pasalnya, ekspor Sumut relatif aman, justru mengalami kenaikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Januari– September 2025 mencapai US$9.293,48 juta atau naik 18,90 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Nilai ekspor pada September 2025 mengalami peningkatan dibandingkan September 2024, yaitu dari US$996,25 juta menjadi US$1.056,85 juta atau mengalami peningkatan sebesar 6,08 persen.
Baca Juga : Dampak Perang Tarif, Emas Turut Jadi Penyumbang Inflasi Sumut
Kepala BPS Sumut Asim Saputra, merinci, golongan barang yang mengalami peningkatan terbesar pada Januari-September 2025 terhadap Januari-September 2024 adalah golongan lemak & minyak hewan nabati yaitu naik sebesar US$993,56 juta (33,87%) diikuti oleh golongan berbagai produk kimia naik sebesar US$387,25 juta (38,79%). Golongan barang yang mengalami penurunan pada Januari-September 2025 di antara 10 golongan barang utama adalah golongan ikan dan udang dengan penurunan sebesar US$10,23 juta (-3,87%).
"Ekspor ke Tiongkok pada periode Januari–September 2025 merupakan yang terbesar yaitu US$1.549,53 juta, diikuti Amerika Serikat sebesar US$1.137.43 juta dan India sebesar US$688,88 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,32 persen," paparnya.
Baca Juga : Untung Rugi Perang Tarif AS dan China
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumut Fitra Kurnia, membenarkan jika ekspor ke kedua negara "penguasa dunia" AS dan AS relatif stabil.
"Dua negara yang "berperang" ini masih menjadi mitra strategis perdagangan luar negeri Sumut. Keduanya juga belum menerapkan tarif yang dapat mengganggu ekspor. Harapan kita ekspor terus membaik," ujarnya, kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (6/11/2025).
Dikatakannya, komoditas ekspor ke AS terutama hasil laut, seperti udang vaname.
(emn/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSKetua PKK Pasbar Hadiri Rapat Tata Kelola se-Indonesia Barat
Herman Saleh Harahap·22 menit yang lalu -
OLAHRAGAAtlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak di Korea Selatan
Herman Saleh Harahap·54 menit yang lalu -
NASIONALPeserta MagangHub Batch 2 Diminta Tertib Administrasi Sejak Hari Pertama
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSJelang HUT Ke-81, Pasahli Panglima TNI Sambangi Mantan Panglima TNI
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·6 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·7 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·8 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·9 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan