Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bupati Cabut Status KLB Keracunan Massal MBG di Bandung Barat

Menimbang angka kesembuhan pasien, serta tidak ditemukannya kasus baru maka status KLB resmi kami hentikan

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal sat meninjau kondisi pasien di Cipongkor akibat keracunan MBG. (Foto: dok Instagram/@ritchieismail)
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal sat meninjau kondisi pasien di Cipongkor akibat keracunan MBG. (Foto: dok Instagram/@ritchieismail)
A A

, BANDUNG - , resmi mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait kasus keracunan massal ribuan siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan ini diambilnya, usai tidak ditemukan lagi kasus baru sejak Kamis (25/9/2025).

"Menimbang angka kesembuhan pasien, serta tidak ditemukannya kasus baru maka resmi kami hentikan," katanya, mengutip RMOL, Minggu (28/9/2025).

Baca Juga : Cerita Siswa Korban Keracunan MBG di KBB: Ayam Berbau Aneh, Sesak Napas hingga Dua Kali Dirawat

Diketahui, kasus keracunan massal ini bermula pada Senin (22/9/2025), ketika belasan siswa SMK Pembangunan dilarikan ke Puskesmas Cipongkor usai mengonsumsi paket MBG.

Seiring waktu, korban terus bertambah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP/MTs, hingga SMA/sederajat.

Gelombang keracunan kembali terjadi pada Rabu (24/9/2025), dengan jumlah korban yang jauh lebih banyak.

Baca Juga : Ratusan Pelajar Keracunan MBG, Pemkab Bandung Barat Tetapkan Status KLB

Peristiwa itu berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Neglasari, Cipongkor, dan SPPG Neglasari, Kecamatan Cihampelas. Korban tidak hanya siswa, tetapi juga guru, orang tua, bahkan ibu menyusui.

"Peristiwa ini melibatkan tiga SPPG, yaitu dua dapur di Cipongkor dan satu dapur di Cihampelas. Saat ini ketiga dapur tersebut masih ditutup sementara untuk kepentingan investigasi," jelas .

Pemkab Bandung Barat, kata Jeje, telah mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tiga dapur SPPG yang bermasalah.

Berdasarkan data terakhir, total korban keracunan mencapai 1.315 orang. Seluruhnya dinyatakan sembuh, kecuali 74 orang yang masih menjalani perawatan di Posko Kesehatan Cipongkor, Puskesmas Cihampelas, dan RSUD Cililin.

(*/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru