Nusantaraterkini.co, TAPUT - Kepala Desa (Kades) Dolok Nauli Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Jonas Aritonang menceritakan perihal bencana alam yang menimpa desanya.
Cerita itupun berawal pada Senin (24/11/2025) malam hujan deras sudah terjadi sampai Selasa (25/11/2025). Saat itu, katanya, dirinya sudah menginformasikan kepada warga Dolok Nauli untuk mengungsi dulu dan tidak berada di rumah.
“Sampai pukul 01.00 WIB saya telpon, ternyata jaringan sudah tidak ada. Jadi, paginya saya lihat sudah banjir bandang. Saya langsung instruksikan lagi ke warga untuk buat dapur sementara. Jadi dapur sementara itu sudah ada. Berasnya dari stok milik warga dan nanti desa yang membayarnya,” terangnya saat dijumpai di lokasi longsor yang berada di jalan lintas yang berada di Desa Dolok Nauli, Kabupaten Taput, Kamis (27/11/2025).
Baca Juga : Heboh, Kades di Paluta Umbar Kemesraan dengan Seorang Wanita
Mengenai apakah ada korban jiwa dari Desa Dolok Nauli, Aritonang mengaku sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Namun, akunya, kalau rumah yang terdampak sampai saat ini ada sekitar 55 kepala keluarga (KK) - satu rumah satu KK - yang rusak berat dan ringan.
“Sepanjang desa kita inilah yang rawan bencana alam dan kurang lebih ada 15 titik longsor di sini,” terangnya.
Perihal arts jalan dari Taput ke Sibolga putus total, Jonas Aritonang mengatakan bukan putus, melainkan melainkan tertimpa tanah longsor jadi tertutup. “Kalau putus kan, jalannya yang terputus. Jadi, karena tertimpa material longsor, sama sekali jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Dan itu sudah berjalan 3 hari,” akunya.
Baca Juga : Mantan Kades Bandar Kumbul dan Bendahara Ditahan Kejari Labuhanbatu, Diduga Korupsi Dana Desa Rp.1,6 M
Untuk kebutuhan pokok, kata Aritonang, pihaknya sudah ke kantor Bupati Taput Rabu (26/11/2025) malam dan langsung dikasih beras, telur serta indomie untuk sementara waktu.
5 atau 6 Tahun Bakal Terjadi Longsor Lagi
“Harapan kita kepada pemerintah kabupaten biar direlokasi tempat pemukiman yang ada di desa saya, Karena tidak menutup kemungkinan 5 atau 6 tahun lagi akan terjadi longsor kembali,” katanya.
Baca Juga : Jalan Lintas Taput–Tapteng Longsor, Lalu Lintas Sempat Lumpuh di Dolok Nauli
Jadi, dirinya meminta kepada Pemkab Taput biar ada bantuan untuk merelokasi tempat pemukiman warga yang terdampak longsor. “Dan saya sudah tanya ke warga, mereka bersedia di relokasi oleh Pemkab Taput asalkan tidak berada di wilayah rawan bencana alam seperti longsor,” pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
