nusantaraterkini.co, BANDUNG BARAT – Ratusan pelajar di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami keracunan massal usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) awal pekan ini. Total korban mencapai 411 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.
Salah satu korban adalah Paisal (17), siswa SMA yang hingga kini masih terbaring di Puskesmas Cipongkor. Dengan suara lemah, Paisal menceritakan detik-detik sebelum tubuhnya drop.
Ayam Berbau Aneh
Baca Juga : Banyak Truk Tronton Makan Korban di Jalur Pantura Pekalongan, Warga Minta Tindakan
Pada Senin (22/9/2025) sekitar pukul 09.00 WIB, Paisal bersama teman-temannya menerima jatah makanan MBG. Menu hari itu berupa nasi putih, ayam kecap, tahu, serta lalapan segar berupa selada, timun, dan tomat.
Namun, sejak awal ia sudah curiga dengan lauk ayam yang disajikan.
“Ayamnya baunya busuk, warnanya memar, dan rasanya aneh. Beda dari ayam biasanya,” kata Paisal.
Baca Juga : MBG Disambut Meriah Ratusan Siswa SMPN 6 Pemalang
Ia mengaku hanya mencicip sedikit daging ayam tersebut. Sisanya ia tinggalkan dan memilih makan nasi serta tahu.
Gejala Muncul Kilat
Tak lama berselang, tubuh Paisal bereaksi. "Sekitar 15–20 menit setelah makan, kepala mulai pusing. Awalnya ringan, tapi makin lama makin berat,” tuturnya.
Baca Juga : Dinkes Sumut Ungkap Penyebab 134 Siswa SMP di Laguboti Keracunan MBG
Bersama puluhan siswa lain, Paisal kemudian dibawa ke bidan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Cililin. Ia dirawat mulai Senin sore hingga Selasa (23/9/2025) petang. Setelah dinyatakan membaik, Paisal dipulangkan.
Namun, setiba di rumah, gejala kembali menyerang.
“Saya pusing lagi, sesak, mual, tapi nggak muntah. Akhirnya dibawa lagi ke Puskesmas Cipongkor, dan sampai sekarang masih diinfus,” jelasnya.
Baca Juga : Kondisi 95 Siswa Keracunan MBG di Toba Telah Pulih, Pemerintah Masih Uji Sampel Muntahan dan Menu Makanan
Viral di Media Sosial
Kondisi para siswa yang histeris dan berteriak kesakitan saat dilarikan ke puskesmas terekam dalam video amatir. Rekaman itu cepat menyebar di media sosial, menambah perhatian publik pada kasus ini.
Diselidiki Pemkab dan Dinkes
Baca Juga : Mi Gomak, Jejak Rasa Otentik Kuliner Batak dari Pulau Samosir
Dinas Kesehatan Bandung Barat telah mengambil sampel muntahan siswa serta sisa menu makanan untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jabar.
Bupati Bandung Barat, Jeje Govinda, lewat akun resminya menyebut insiden ini sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Sementara itu, Gani Djundjunan, Koordinator Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Barat, menduga keracunan terjadi akibat proses pengolahan yang terlalu dini.
Baca Juga : Pemprov Sumut Turunkan Tim Gerak Cepat Tangani Keracunan MBG di Toba
“Menunya dimasak terlalu awal, jadi saat sampai di siswa kondisinya sudah tidak layak,” ujarnya.
Menurut Gani, dapur penyedia MBG di Cipongkor biasanya menyiapkan sekitar 3.467 porsi per hari untuk sejumlah sekolah dasar. Namun setelah kasus ini mencuat, dapur tersebut resmi ditutup sementara atas instruksi Badan Gizi Nasional (BGN).
Hingga Rabu (24/9/2025), ratusan siswa korban keracunan masih menjalani perawatan di GOR Cipongkor, Puskesmas Cipongkor, RSUD Cililin, hingga RSIA Anugrah. Sebagian di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit karena mengalami sesak napas cukup parah.
(Dra/nusantaraterkini.co).
