Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemprov Sumsel Dorong Pemetaan Sumber Daya Air Terintegrasi

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sawah siap panen di Desa Karang Makmur, Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin. (Foto: Tia/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendesak pemerintah kabupaten dan kota untuk segera melakukan pemetaan pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi guna mengoptimalkan potensi sungai dan daerah aliran sungai dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Sekda Sumsel, Edward Candra menegaskan, langkah ini merupakan atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Herman Deru mengingat posisi strategis Sumsel sebagai salah satu penyumbang produksi beras terbesar di Indonesia.

Baca Juga : Satgas Pangan Polda Sumut Sisir Pusat Pasar Medan, Pastikan Tak Ada Penimbunan Stok

Dengan produksi padi yang mencapai 3.598.736 ton hingga akhir 2025 naik 23,69 persen dari tahun sebelumnya penataan irigasi dan waduk menjadi kunci utama keberlanjutan sektor pertanian.

Baca Juga : Kementerian PU Terima Rp2,03 Triliun untuk Percepatan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Sumsel

"Sumsel memiliki potensi sumber daya air yang sangat besar. Kita memiliki banyak sungai dan daerah aliran sungai," ujar Edward, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, air yang melimpah tersebut harus dikelola secara profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas serta mendukung pembangunan daerah di masa depan.

Baca Juga : Ngaku Wartawan untuk Edarkan Sabu, Pria di OKU Timur Ditangkap Polda Sumsel

"Potensi air yang melimpah ini perlu ditata dan dikelola dengan baik agar muaranya benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Oleh karena itu, perencanaan dan pengelolaan sumber daya air di Sumsel harus benar-benar terintegrasi dan berkelanjutan, demi mendukung ketahanan pangan dan pembangunan daerah ke depan," jelasnya.

Baca Juga : Mangkir 2 Kali, Marbot Masjid Tersangka Pencabulan di Ogan Ilir Bakal Dijemput Paksa Polisi

Keberhasilan Sumsel dalam meningkatkan produksi sebesar 689.325 ton ini menempatkan provinsi tersebut di posisi tiga besar nasional setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, sebelumnya telah mengapresiasi sinergi seluruh elemen, khususnya di Banyuasin dan OKU Timur, dalam mewujudkan swasembada pangan.

"Ini kerja kolektif kita, Sumsel dalam mendukung program presiden dalam mewujudkan swasembada pangan. Keberhasilan ini adalah milik mereka yang berada di garis depan produksi padi. Kita berharap capaian ini terus meningkat demi mendukung swasembada pangan," ucap dia.

(Tia/Nusantaraterkini.co)