Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bhayangkari Polres Pakpak Bharat Bersurat ke Kapolda Sumut, Ngadu Diancam Tembak dan Bongkar Kelakuan Sang Suami

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Mhd Ilham Pradilla
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Hotma Ulinta Panjaitan, istri dari Brigadir FN membuat surat pengaduan ke Kapolda Sumut tentang perilaku suaminya. (Foto: Istimewa/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Bhayangkari Polres Pakpak Bharat bernama Hotma Ulinta Panjaitan (32) mengadu ke Kapolda Sumut karena diancam tembak oleh suaminya Brigadir FN. 

Istri Brigadir FN ini juga mengadukan tidak diberi nafkah selama tiga tahun sejak ia menikah dari tahun 2022.

Pengaduan tersebut ia sampaikan lewat surat yang ditujukan langsung kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.

"Suami saya, Brigadir Polisi FN tidak pernah menafkahi saya selama masa pernikahan," kata Hotma Ulinta Panjaitan, Rabu (6/8/2025).

Baca Juga : Soal Tudingan Pemerasan Kanit Tipikor Polres Pematangsiantar, Propam Polda Sumut Tegaskan Tidak Ada Unsur Pidana

Ia minta perlindungan hukum kepada Kapolda karena pernah diancam mau ditembak bila mengadukan perbuatan suaminya ke Propam maupun atasannya.

"Saat kami cekcok di rumah, dia juga pernah mengancam menembak saya menggunakan pistol dinas. Saat ini saya merasa terancam dan saya mengalami gangguan pisikis. Bahkan saya juga pernah konseling ke psikolog karena saya merasa trauma," ungkapnya.

Tak hanya itu, Hotma juga mengaku suaminya gemar sekali bermain judi online dan juga main perempuan. 

"Dia ini sering main judi online dan juga menjalani hubungan dengan wanita lain. Saat jelang pernikahan kami saja ada seorang wanita yang ngakunya dihamilinya. Tapi saya memaafkan karena dia janji berubah. Namun setelah menikah dia semakin menjadi-jadi," bongkar Hotma lagi. 

"Saya memohon kepada Kapolda agar melindungi saya, karena yang bersangkutan masih bertugas di Polres Pakpak Bharat. Saya takut jika bertemu lagi dengan yang bersangkutan. Untuk itu, saya meminta ke Kapolda Sumut agar yang bersangkutan dipindahkan dari Polres Pakpak Bharat. Karena jika yang bersangkutan masih bertugas di sana, saya merasa terancam," sambungnya berharap. 

Baca Juga : Polres Pakpak Bharat Komitmen Berantas Narkoba, Amankan 4 Kg Ganja dari Kurir

Brigadir FN disebut Hotma meminjam uang Rp 200 juta tanpa sepengetahuannya sebagai istri. 

"Saya menduga tanda tangan saya dipalsukan memalsukan tanda tangan agar pinjaman cair," bebernya.

Selama pernikahan keduanya belum dikarunia anak.

Sementara, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Siti Rohani Tampubolon mengatakan pihaknya mengecek pengaduan Hotma Ulinta Panjaitan.

"Kita cek dulu aduannya. Yang jelas akan ditindaklanjuti," katanya.

(cw3/nusantaraterkini.co)