Nusantaraterkini.co, MEDAN - Cipayung Plus Kota Medan akan menggelar aksi bela negeri dalam rangka memberi rapor merah kepada Bobby Nasution pasca-tiga tahun menjabat Walikota Medan.
Aksi tersebut akan mereka lakukan di Kantor DPRD Kota Medan dan Kantor Walikota Medan pada hari Senin (29/7/2024, besok.
Baca Juga : Cipayung Plus Asahan Gelar Aksi Damai di DPRD Asahan, Tuntut Transparansi dan Keadilan
Ketua Umum PMII Kota Medan Dedi Arisandi Ritonga mengatakan, pemberian rapor merah ini setelah mereka melakukan mimbar rakyat pada 18 Juli 2024 lalu yang menghasilkan poin Bobby Nasution gagal memimpin Kota Medan.
Baca Juga : Ketua DPRD Madina Makan Nasi Bungkus Bersama Ratusan Mahasiswa Cipayung Plus
"Poin mimbar rakyat yang kami gelar adalah Bobby Nasution gagal pimpin Kota Medan" katanya saat dikonfirmasi (28/7/2024).
Menurutnya, kegagalan Bobby dikarenakan janji kampanye yang tidak ditepati dan penegakan hukum yang tak punya kepastian di Kota Medan.
Baca Juga : Walikota Medan Perkuat Fondasi Fiskal Kota Melalui Peluncuran Smart Tax dan Skema Opsen PKB
"Bobby Nasution tidak menepati janji kampanye. Ditambah lagi dugaan kasus korupsi proyek Bobby tidak memiliki penegakan hukum pidana, sehingga terkesan membiarkan praktek dugaan korupsi ada di Pemko Medan" ucapnya.
Baca Juga : MFF Vol. 3 Resmi Ditutup, Medan Siap jadi Barometer Perfilman Nasional
Hal ini diperkuat dengan adanya sembilan poin turunan yang merupakan hasil mimbar rakyat Cipayung Plus yang telah digelar minggu lalu.
Senanda, Ketua GMNI Kota Medan Andreas Silalahi menyampaikan kasus ‘lampu pocong’ dengan pengembalian uang seharusnya tidak menghilangkan pidana pada siapa pun yang terlibat. Hal ini untuk memberikan efek jera agar korupsi tak ada lagi di Kota Medan.
Baca Juga : Hidupkan Kembali Semangat Gotong Royong, Pemko Medan Perang Melawan Sampah di Bantaran Sungai Deli
"Pengembalian uang seharusnya tak menghilangkan pidana pada pelaku. APH jangan tinggal diam panggil dan penjarakan pelaku, kalau tidak nanti kebiasaan" ujarnya.
Baca Juga : Investasi SDM Unggul: KPRI Pemko Medan Kucurkan Dana Pendidikan bagi 110 Pelajar Berprestasi
Cipayung Plus Kota Medan juga menyayangkan pendidikan tidak menjadi program prioritas dalam pembangunan Kota Medan. Hal ini disampaikan Imransyah Pasai selaku Ketua Umum HIMMAH Kota Medan.
"Pendidikan adalah faktor penentu utama kemajuan sebuah bangsa. Kami sangat menyayangkan, dalam lima program prioritas Bobby Nasution, pendidikan tidak termasuk di dalamnya,” tuturnya.
“Sebab, wajar saja jika masih banyak kita melihat anak-anak terlantar yang tidak sekolah, padahal dalam janjinya akan memberikan jaminan hidup bagi fakir miskin dan anak terlantar, ternyata itu adalah janji yang cuma menjadi pelengkap narasi saat masa kampanye" pungkasnya.
(cw3/Nusantaraterkini.co)
