Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Berawal dari Hobi, Usaha Hidroponik JLFarm Palembang Sukses Ekspansi Hingga Kelola Tiga Kebun

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Para pegawai JLFarm saat sedang mempacking sayur hidroponik, Sabtu (14/2/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.coPALEMBANG – Pasangan suami istri asal Palembang, Afifah Marlia Putri dan Junaidi, sukses mengembangkan bisnis hidroponik "JLFarm" hingga mampu mengelola tiga kebun produktif. Kapasitas panen kebun tersebut mencapai 100 kilogram per bulan sejak dirintis pada masa pandemi tahun 2020 lalu.

Bisnis yang berfokus pada komoditas pakcoy dan selada ini kini telah menyuplai sedikitnya 12 toko sayur, restoran, hingga kafe di Kota Palembang. Bahkan melakukan diversifikasi produk berupa jus sayuran segar (cold pressed juice) dan layanan jasa instalasi kebun.

Baca Juga : Usung Tema Lentera Pak Sabar, BATIQA Hotel Palembang Sajikan Nuansa Kampung Tempo Dulu Sambut Ramadan

Keberhasilan JLFarm dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah persaingan sektor pertanian perkotaan diakui Afifah tidak lepas dari penguatan branding dan manajemen yang terstruktur.

Baca Juga : Harga Ayam Bertahan Rp 38.000 Per Kg, Pedagang di Palembang Keluhkan Penurunan Daya Beli

“Kami ingin brand JLFarm dikenal lebih luas, bukan cuma soal panen lalu habis. Saya bersama suami memiliki pembagian peran, di mana suami menangani teknis kebun dan instalasi, sementara saya fokus pada pemasaran, branding, dan media sosial,” ujar Afifah saat diwawancarai, Sabtu (14/2/2026).

Pertumbuhan signifikan JLFarm juga didorong oleh statusnya sebagai UMKM binaan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri). Melalui program pendampingan dan coaching, usaha ini berhasil memperbaiki sistem manajemen keuangan dari pencatatan manual menjadi sistem pembukuan yang lebih profesional dan rinci.

“Saat mulai bergabung menjadi binaan Pusri, yang paling terasa perbedaannya adalah ilmu dalam pengelolaan manajemen keuangan. Yang sebelumnya belum terstruktur, sekarang sudah jauh lebih baik, termasuk pengaturan laba rugi yang dibuat lebih rinci,” jelasnya.

Saat ini, JLFarm telah mempekerjakan empat karyawan dan tengah mempersiapkan perluasan area tanam.

"Ke depan, kami menargetkan pengembangan konsep agrowisata hidroponik serta memperluas jangkauan pasar ke seluruh wilayah Sumatera Selatan melalui berbagai produk turunan sayuran," pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)