Bansos Terindikasi Judol Dibekukan Pusat, Pemprov Sumsel Bakal Lakukan Verifikasi Ulang Data Penerima
Pemprov Sumsel verifikasi ulang data penerima bansos yang dibekukan karena terindikasi judol untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima bantuan sosial (bansos) yang dibekukan oleh pemerintah pusat, guna memastikan akurasi data di lapangan.
Langkah penelusuran ini dilakukan secara intensif bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) usai Kementerian Sosial (Kemensos) menangguhkan sekitar 1,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara nasional yang terindikasi terlibat transaksi judi online (judol).
"Kita tentunya akan diverifikasi dari data yang disampaikan itu seperti apa di Sumsel. Kita akan melakukan verifikasi bersama dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan, Edward Candra, Sabtu (8/8/2026).
Edward mengatakan jika Pemprov Sumsel saat ini masih menunggu rincian data resmi (breakdown) dari Kemensos untuk memetakan sebaran KPM yang terdampak di kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Penelusuran bukti keterlibatan transaksi judi online akan digali secara cermat berdasarkan data pemadanan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) agar tidak menimbulkan kekeliruan dalam penindakan.
Langkah verifikasi faktual di lapangan menjadi penentu apakah hak bansos warga bersangkutan dapat dilanjutkan atau ditindaklanjuti dengan pemblokiran permanen.
"Kita akan lihat data sebesar itu yang dikeluarkan oleh Kemensos, kita akan lihat dan breakdown di mana saja. Keterlibatan itu kan mungkin secara online ada transaksi, tidak bisa dilihat dari satu sisi, tapi banyak hal yang bisa menjadi indikasi seseorang itu melakukan judol atau tidak," katanya.
Pembersihan data bansos ini berawal dari kebijakan tegas Kemensos yang menangguhkan sebanyak 1.494.652 KPM Program Sembako di seluruh Indonesia akibat terindikasi aktif dalam aktivitas judi online.
Dari total data pembekuan nasional tersebut, sebanyak 794.475 KPM di antaranya juga tercatat sebagai penerima bantuan PKH ganda yang kini statusnya dihentikan sementara hingga proses pemadaman data tuntas.
Validasi ini menjadi fondasi agar penyaluran bantuan sosial maupun program intervensi lainnya tepat sasaran dan tidak menimbulkan ketimpangan di masyarakat.
"Pemerintah daerah nantinya melihat detailnya di Dinas Sosial, di PKH ada berapa persen. Jika kita butuhkan intervensi untuk masyarakat melalui program yang tersedia, tentu akan segera kita lakukan," tandasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·15 menit yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·28 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALHercules: Penyadapan terhadap Presiden Adalah Tindakan Makar dan Pengkhianatan Negara
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALBarang Bukti 72 Perkara Dimusnahkan Kejari Binjai, Sabu hingga Ganja Ikut Dibakar
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan