Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Banjir Rendam Usaha di Medan Sunggal, Pengusaha Enggan Mencoblos

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Elvirida Lady Angel Purba
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Banjir Rendam Usaha di Medan Sunggal (Sumber foto: Elvirida Lady Angel Purba/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Banjir besar yang melanda wilayah Medan Sunggal sejak pagi hari tak hanya merusak tempat usaha, tetapi juga menghalangi sebagian warga untuk menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilukada 2024. 

Salah satunya adalah Oleh Azar, seorang penjual sembako yang harus berjuang menyelamatkan barang dagangannya yang terendam air.

“Sejak pukul 4 pagi tadi, air sudah mulai meluap dari sungai. Dampaknya langsung besar, usaha saya terendam. Sampai saat ini, saya masih sibuk beresin barang-barang yang tenggelam. Belum sempat ke TPS untuk nyoblos, bahkan rasanya saya nggak akan sempat. Semua tenaga dan waktu saya habis untuk beresin ini dulu," ujar Oleh dengan wajah kelelahan.

Baca Juga : DPRD Umumkan Rico-Zaky sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2025-2030

Meski ingin berpartisipasi dalam Pemilu, Oleh merasa frustrasi karena tidak bisa menunaikan hak pilihnya. 

"Saya pengen nyoblos, tapi sekarang ini usaha saya terancam. Semua fokus saya untuk selamatkan toko ini. Kita cuma berharap, siapa pun yang terpilih nanti, bisa cepat memberi solusi buat kami. Jangan cuma janji, tapi tidak ada tindakan," tambahnya dengan nada kesal.

Di tempat yang sama, Suningsih (39) seorang pengusaha laundry kilo juga mengalami hal serupa. 

Baca Juga : Tidak Ada Bukti yang Relevan Gugatan Ridha-Rani Ditolak MK, Hasil Pilkada Medan Sah!

Usahanya yang terletak dekat Pasar Kampung Lalang terendam banjir, sementara dirinya pun belum sempat mencoblos. 

“Mesin Cuci Laundry saya rusak akibat banjir, Mesin-mesin cuci terendam, dan saya belum bisa ke TPS. Saya cuma ingin bisa menunaikan kewajiban saya sebagai warga negara, tapi kondisi ini benar-benar menghalangi,” ungkap Suningsih dengan perasaan kecewa.

 "Banjir ini bukan hanya merusak usaha kami, tapi juga menghalangi hak kami untuk memilih pemimpin. Kami berharap pemerintah yang baru bisa cepat turun tangan dan memberikan solusi nyata, bukan hanya janji-janji yang nggak jelas," tegas Sungningsih.

(cw9/nusantaraterkini.co)