Nusantaraterkini.co, MEDAN - BNN RI mengungkap kalau saat ini terjadi fenomena bandar narkoba di Sumut, Indonesia, telah bertransformasi menjadi patron panutan masyarakat.
Hal ini disampaikan Inspektur Utama BNN RI Irjen Pol Wahyono workshop dengan tema Masyarakat Produktif, Mandiri dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Bersih Narkoba di Hotel JW Marriot Medan, Rabu (17/7/2024).
"Kehadiran sindikat narkoba dengan keuangan yang besar dapat menjadi solusi kebutuhan hidup masyarakat di sekitar tempat tinggalnya," ujarnya,.
Baca Juga : Sepak Bola Bupati Cup III Nyaris Ricuh Gara-Gara Gol Dianulir Wasit
Atas kedermawanannya, Wahyono mengatakan para bandar narkoba diposisikan sebagai pihak yang tanggap dan peduli dalam memberikan solusi konkret atas permasalahan kebutuhan hidup narkoba.
"Fenomena transformasi patronase atau lemlokot kepada bandar narkoba sedang berkembang di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Medan (Sumut)," ujarnya.
Berdasarkan data intelijen BNN bahwa pada saat ini di seluruh di Indonesia terindikasi sebanyak 899 wilayah pemukiman masyarakat yang telah menjadi transformasi patronase kepada bandar narkoba.
Baca Juga : Dukung Program MBG Nasional, Kapolda Sumut Resmikan 2 SPPG di Sergai
"Bandar narkoba menjadi patron sosial atau figur sentral baru yang sangat dihormati atas jasa kepedulian kepada masyarakat," ungkapnya.
Mirisnya, kemunculan bandar narkoba ini malah mengikis peran tokoh masyarakat lainnya.
"Sementara patron tradisional seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang dianggap tidak mampu memberikan solusi konkret atas permasalahan kebutuhan hidup masyarakat peran dan fungsinya menjadi tersisihkan," katanya.
Baca Juga : Teriakan Prabowo-Gibran Menggema saat Warga Demo Tolak Penggusuran Lahan di Kantor Gubernur Sumut
Wahyono mengungkap hubungan bandar narkoba sudah erat, masyarakat secara sukarela melakukan perlawanan kepada petugas dia akan melakukan penindakan terhadap bandar narkoba.
"Masyarakat secara sukarela juga membangun sistem perlawanan dan perlindungan kepada bandar narkoba. Berdasarkan data intelijen kondisi ini telah terjadi pada 141 kawasan di lingkungan masyarakat," katanya.
"Fenomena bandar narkoba sebagai patron akan sangat membahayakan berbangsa dan bernegara," sambungnya.
Baca Juga : Delapan Pengedar Narkoba Diamankan Polisi, Satu Diantaranya Oknum ASN
(cw5/nusantaraterkini.co)
