Badai Rachel Terjang California, Gelombang Dahsyat Rusak Rumah dan Genangi Jalan
Badai Rachel menerjang California, AS, memicu gelombang dahsyat yang merusak rumah, menggenangi jalan, dan mengancam banjir pesisir.
Nusantaraterkini.co, CALIFORNIA – Badai tropis Rachel memicu gelombang laut dahsyat di pesisir selatan California, Amerika Serikat (AS), pada Jumat (9/10/2026) waktu setempat. Hantaman ombak menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan dan air laut meluap hingga menggenangi jalanan di kawasan pesisir.
Dikutip dari AFP, Sabtu (10/10/2026), National Weather Service (NWS) memperingatkan bahwa badai yang bergerak di Samudra Pasifik tersebut berpotensi mencapai daratan di Pantai Barat AS, dekat perbatasan California dan Meksiko, pada Minggu (11/10/2026) dini hari waktu setempat. Peristiwa tersebut tergolong langka.
Gelombang tinggi yang diperparah pasang air laut pada pagi hari menerjang sejumlah wilayah pesisir, termasuk Long Beach. Di kawasan tersebut, sebagian jalur pejalan kaki di tepi pantai dilaporkan rusak akibat hantaman ombak. Sejumlah rumah juga mengalami kerusakan struktural yang parah.
NWS memperingatkan wilayah Long Beach dan Malibu masih menghadapi ancaman banjir pesisir selama akhir pekan. Pasang air laut diperkirakan mencapai ketinggian lebih dari 7 kaki atau sekitar 2,1 meter setiap pagi.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, otoritas setempat sebelumnya telah membagikan karung pasir kepada warga di kawasan yang rawan terdampak banjir.
Meski status Rachel telah diturunkan dari hurricane atau badai kategori lebih kuat menjadi tropical storm atau badai tropis, ancaman terhadap wilayah pesisir belum berakhir. Risiko banjir dan kerusakan diperkirakan meningkat hingga mencapai puncaknya pada Minggu pagi waktu setempat.
Peringatan badai tropis juga diberlakukan di wilayah Kota San Diego, yang berbatasan dengan Meksiko. Menurut laporan tersebut, ini menjadi kali kedua peringatan badai tropis semacam itu dikeluarkan untuk California.
Dalam peringatan terbarunya, NWS menyebutkan kecepatan angin berkelanjutan maksimum badai Rachel dapat mencapai 75 kilometer per jam, dengan hembusan yang berpotensi lebih kencang.
Rachel menjadi salah satu badai bernama yang muncul dalam musim badai Pasifik tahun ini. Aktivitas badai di kawasan tersebut dipengaruhi berbagai kondisi atmosfer dan laut, termasuk fenomena El Niño yang dapat mengubah suhu permukaan laut serta pola angin dan curah hujan.
El Niño merupakan fenomena iklim yang ditandai oleh peningkatan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik tropis. Fenomena yang muncul secara berkala ini dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALKemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Tersebar di Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·12 menit yang lalu -
-
INTERNASIONALBadai Rachel Terjang California, Gelombang Dahsyat Rusak Rumah dan Genangi Jalan
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALTawuran Remaja Nyaris Pecah di Medan Labuhan, Polisi Amankan Pemuda dan 7 Senjata Tajam
hendra·1 jam yang lalu -
-
-
KRIMINALSiswa Sekolah Rakyat di Pati Diduga Dikeroyok Temannya hingga Gigi Copot: Sempat Dituding Curi Sabun
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSBGN Sumut Tutup Sementara SPPG di Medan Buntut 17 Siswa Diduga Keracunan MBG
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSRoyalti Karya Jurnalistik Masih Dibahas, Menkum: Skema LMK Tunggu Pembahasan DPR
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALSatresnarkoba Polres Binjai Tangkap Pria 47 Tahun, Sabu 1,30 Gram Disita
hendra·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan