Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Audiensi ke Wagubsu, Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sumut Sosialisasikan 5 Program Quick Wins

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sumut Fatmawati melakukan audiensi bersama Wakil Gubernur Sumut, Surya. (Foto: dok Kemendukbangga/BKKBN Sumut)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Sumut Fatmawati melakukan audiensi bersama Wakil Gubernur Sumut, Surya, Kamis (20/3/2025).

Dalam kegiatan ini, Fatmawati memperkenalkan kembali BKKBN yang telah bertransformasi dan memiliki wajah baru menjadi Kemendukbangga dengan 5 program Quick Wins yang menjadi program unggulan mereka saat ini.

“Saat ini BKKBN sudah menjadi kementerian kependudukan dan pembangunan keluarga, merupakan wajah baru dan energi baru buat BKKBN untuk melaksanakan 5 program quick win yang dicanangkan menteri Kemendukbangga, bapak Wihaji,” ucapnya.

Baca Juga: Tahun 2025, BKKBN Targetkan 51.131 Anak dan Keluarga Risiko Stunting Terjangkau

Dia menjelaskan, 5 program percepatan atau quick win ini, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps 'Keluarga Indonesia'.

Tidak hanya 5 program quick win, Fatma juga menyampaikan pentingnya Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Untuk hal tersebut 5 program percepatan atau QuickWins beserta dengan GDPK ini nantinya kami akan mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terutama kepada Bapak Wagubsu H. Surya, B.Sc untuk mengeluarkan Surat Edaran terkait dengan QuickWin, Genting serta GDPK bisa masuk kedalam RPJM,” lanjutnya.

Baca Juga: Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Bersama Pj Gubernur Hadiri Gerakan Penanganan Stunting Serentak

Menanggapi ini, Surya menjelaskan ini menjadi satu hal yang baik yang merupakan langkah konkret menurunkan angka stunting di Provinsi Sumatera Utara.

"kita harus bersama-sama berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk mendukung dan mendorong program ini. Karena saat ini penurunan angka stunting merupakan target utama pembangunan, baik itu nasional hingga di daerah, karena sangat berpengaruh dengan generasi atau Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas,” ungkapnya.

Dia menambahkan seluruh stakeholder juga harus paham betul bahwa peran dan fungsinya masing-masing dalam menangani. Penurunan angka stunting ini merupakan kerjasama semua stakeholder dan semua terkait harus memiliki komitmen.

(zie/Nusantaraterkini.co)