Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan hari ini (14/7/2025) nilai tukar rupiah di pasar spot berpotensi menguat tipis Sekedar mengingatkan, rupiah ditutup menguat tipis 0,04% ke Rp 16.218 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (11/7).
Menanggapi hal tersebut, Ekonom KB Valbury Sekuritas, Fikri C Permana mengatakan, di pekan lalu rupiah bergerak fluktuatif.
Hal ini didorong oleh peresmian tarif Presiden AS Donald Trump pada 7–9 Juli alias pekan kemarin.
Baca Juga : Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.881 per Dolar AS, Tertekan Pergerakan Mata Uang Asia
"Mengingat beberapa kali Trump memberi kejutan melalui media sosialnya, pekan depan hal ini akan tetap dinanti oleh market,” kata Fikri.
Ia memprediksi, rupiah akan dibuka dengan terapresiasi tipis pada hari ini (14/7).
"Sentimen terkait suku bunga acuan Bank Indonesia di Rapat Dewan Gubernur pada 15–16 Juli nanti, juga menjadi penantian bagi pasar," lanjut Fikri.
Baca Juga : Menjelang Rilis PDB, Rupiah Terkoreksi ke Rp16.807 per Dolar AS
Dalam dua pekan terakhir, Fikri juga mencermati adanya capital inflow yang cukup besar ke Surat Berharga Negara (SBN).
"Maka, saya pikir ini akan mendorong kurs rupiah di posisi lebih baik pada awal pekan," imbuhnya.
Fikri memperkirakan, rupiah akan berada di level Rp 16.160 - Rp 16.260 per dolar AS pada hari ini (14/7). Hal tersebut terjadi jika tak ada kejutan, terutama dari situasi perang dagang.
(wiwin/nusantaraterkini.co)
