Analis Pasar: IHSG Diproyeksi Bergerak Mixed Kecenderungan Menguat Terbatas di Awal Perdagangan Senin (30/12/2024)
Pada perdagangan Senin (30/12/2023) besok Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di pasar
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Senin (30/12/2023) besok Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di pasar spot.
Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup melemah 29,17 poin atau 0,41% ke 7.036,57 pada akhir perdagangan Jumat (27/12). Dalam sepekan, pergerakan IHSG melemah 1%.
Menanggapi hal tersebut, VP Marketing, Strategy and Planning PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan, IHSG bergerak dalam rentang level support 6.962 dan resistance 7.150 dengan indikator MACD masih menunjukkan pelemahan tren, sejalan juga dengan RSI pada awal pekan.
"Pasar akan dipengaruhi juga oleh fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar AS dan penantian rilis data inflasi Indonesia periode Desember 2024," ujar Audi.
Founder Stocknow.id, Hendra Wardana menambahkan, dalam sepekan terakhir, IHSG bergerak fluktuatif di tengah minimnya sentimen positif dari dalam negeri.
Salah satu tekanan utama datang dari rencana penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% mulai Januari 2025 yang dikhawatirkan dapat menekan daya beli masyarakat.
Terutama pada sektor konsumsi domestik yang menjadi motor penggerak utama perekonomian Indonesia.
"Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang bergerak di kisaran Rp 16.200–Rp 16.280 menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik," ucap Hendra.
Namun, dari sisi eksternal, kabar positif datang dari China yang mengesahkan rencana stimulus besar-besaran melalui penerbitan obligasi khusus senilai CNY 3 triliun atau US$ 411 miliar pada 2025.
Stimulus ini diharapkan dapat memperbaiki prospek pertumbuhan ekonomi China dan diproyeksikan oleh World Bank tumbuh sebesar 4,9% pada 2024 dan 4,5% pada 2025, naik dari proyeksi sebelumnya.
Harapan pasar adalah stimulus ini dapat memberikan efek positif bagi mitra dagang utama China, termasuk Indonesia.
Namun demikian, pasar tetap berhati-hati karena sentimen negatif seperti perlambatan global dan tantangan domestik masih menjadi penghalang.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALiPhone Winda Lorenza Belum Pernah Dibuka Penyidik, LBH Medan Desak Uji Digital Forensik
Rozie Winata·25 menit yang lalu -
NEWS VIDEOSultan B. Najamudin Dorong Kolaborasi TNI dan Pemda Percepat Pembangunan di Daerah
Fadli Tara·41 menit yang lalu -
NEWS VIDEOGubernur Herman Deru Tegaskan Banpres Karhutla Rp100 Miliar Digunakan Sesuai Prosedur
Fadli Tara·48 menit yang lalu -
KESEHATANCegah HIV/AIDS, Rutan Kabanjahe Skrining Kesehatan Warga Binaan
Rozie Winata·49 menit yang lalu -
NASIONALPrabowo Takziah ke Rumah Megawati, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Guruh Soekarnoputera
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KESEHATANRS Adam Malik Perkuat Layanan Jantung dengan Teknologi PFA untuk Tangani Pasien Aritmia
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
E-SportTimnas MLBB Indonesia Takluk 0-2 dari Malaysia di Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALBelum Jera, Residivis Narkoba di Medan Kota Kembali Diringkus Polisi, 7 Paket Sabu Siap Edar Diamankan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALFilep Wamafma Usulkan Pembentukan Dinas Khusus Masyarakat Adat untuk Perkuat Otsus Papua
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Tekanan Global Jadi Sorotan
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan