Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Amankan Suplai Jangka Panjang, PGN Teken 6 Perjanjian Jual Beli Gas

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
PGN menandatangani enam Perjanjian Jual Beli Gas dan satu Heads of Agreement strategis di ajang Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition 2025, Senin (20/5/2025). (Foto: dok PGN)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - PGN menandatangani enam Perjanjian Jual Beli Gas dan satu Heads of Agreement strategis di ajang Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition 2025, Senin (20/5/2025). Langkah ini menandai kesinambungan suplai gas bumi domestik yang andal dan efisien bagi pelanggan di berbagai sektor.

Dalam penandatanganan tersebut PGN diwakili Direktur Komersial Ratih Esti Prihatini. Dia mengatakan, PGN menyadari bahwa pertumbuhan industri dan kebutuhan energi harus berjalan beriringan.

"Karena itu, keberlanjutan pasokan menjadi fokus utama kami dalam mendukung program bauran energi nasional," ujar Ratih dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (21/5/2025).

Baca Juga: PGN Percepat Pembangunan 59.000 Jargas di Jawa Timur

Adapun keenam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang ditandatangani meliputi kerja sama dengan berbagai entitas energi nasional. Yakni PJBG untuk jaringan gas (jargas) dengan PGE sebesar 0,9 BBTUD dan PJBG dengan Pertamina EP Jawa Barat sebesar 12–17 BBTUD (ramp up).

Kemudian PJBG dengan MBGI sebesar 0,35 BBTUD dan PJBG dengan PHE Ogan Komering sebesar 3,99 BBTUD. Lalu Amandemen PJBG dengan PHE North Sumatera Offshore sebesar 8,48 BBTUD serta Amandemen PJBG dengan Pertamina EP Medan sebesar 4,5–11 BBTUD.

Sementara Heads of Agreement strategis (HOA) diteken PGN bersama dengan Petronas Bukit Panjang. Ini membuka peluang baru dengan potensi pasokan hingga 31 BBTUD.

Ratih menjelaskan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya PGN memperluas diversifikasi sumber pasokan sambil tetap menjaga kepatuhan pada kebijakan alokasi gas dari pemerintah. Kerja sama ini juga memiliki nilai strategis bagi keberlanjutan pemanfaatan gas bumi domestik.

Dia pun menyampaikan apresiasi terhadap dukungan regulasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, BPH Migas serta instansi pemerintah lain yang telah bersinergi dalam mendukung ekosistem gas bumi nasional. Kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi pondasi penting dalam penguatan rantai pasok energi nasional.

Baca Juga: PGN Tekan Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Inovasi

Dengan sinergi yang kuat bersama BUMN sektor energi dan mitra swasta lain PGN optimistis mampu menjawab kebutuhan pasar energi di tengah tantangan global. Langkah PGN dalam mengamankan suplai jangka panjang ini juga mencerminkan dorongan pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya domestik sekaligus menjaga stabilitas harga energi nasional.

Di sisi lain, pasokan gas bumi yang andal diharapkan mampu mendorong daya saing industri nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia. Terlebih, dalam beberapa tahun terakhir, gas bumi dinilai sebagai pilihan transisi energi yang ideal.

Hal itu karena gas bumi mengeluarkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil lain. Gas bumi juga memiliki fleksibilitas distribusi dan penggunaan yang lebih baik di berbagai sektor.

(Yos/Nusantaraterkini.co)