Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Akuatik Indonesia Tinjau Kesiapan Venue di Medan Jelang PON XXI 2024

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Zul Brewok
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia melakukan monitoring dan meninjau kesiapan venue yang akan mempertandingkan sejumlah cabang olahraga air di Kolam Renang Selayang, Rabu (24/7/2024)./Ist

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia melakukan monitoring dan meninjau kesiapan venue yang akan mempertandingkan sejumlah nomor lomba olahraga air, di Kolam Renang Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Rabu (24/7/2024). 

Wakil Ketua Umum PBAI, Sarman Simanjorang mengatakan kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan kelayakan venue pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 bulan September mendatang.

“Ya, jadi kami hari ini dari PB Akuatik Indonesia sengaja berkunjung ke Kolam Renang Selayang ini untuk melihat sejauh mana progres venue yang akan jadi tempat pertandingan Akuatik,” ujarnya.

Baca Juga : Sekum Pordasi Yuriandi Siregar: Sudah Saatnya Arena Balap kuda Dibangun di Sumut

Sarman mengatakan Kolam Renang Selayang akan mempertandingkan empat cabang olahraga akuatik nantinya, serta satu dan lainnya akan dimainkan di Simalungun.

“Cabang Akuatik ini ada lima, yaitu renang, loncat indah, renang indah, polo air, dan Open Water Swimming atau lomba perairan terbuka yang dipertandingkan di Simalungun, sedangkan yang empat pertama di Kolam Renang Selayang ini,” tuturnya.

Sarman mengatakan Kolam Renang Selayang sudah dapat dikatakan layak meski belum seratus persen selesai pengerjaannya. Namun dia menyebut kolam yang terletak di Jalan Dr Mansyur tersebut hanya bisa memiliki standar nasional untuk saat ini.

Baca Juga : Dishub dan Ditlantas Polda Sumut Rancang Manajemen Rekayasa Lalin Penutupan PON

“Jadi kami melihat bahwa progresnya sudah berjalan dengan baik, hanya memang proses sertifikasinya tidak berjalan, karena ini hanya untuk standar nasional, jadi untuk PON ini sangat layak, hanya saja catatannya kalau ada atlet yang bisa menembus limit, atau memecahkan rekor asean, asia bahkan dunia itu tidak diakui, karena ini standarnya hanya nasional,” ucapnya.

Karena, menurutnya, juga untuk sertifikasi (internasional) ini harus di cek semuanya.

“Dari sisi ukuran 50 meter, itu harus benar 50 meter, toleransinya hanya 10 mili, tidak boleh kurang, satu senti pun harus dibongkar, itu lisensinya dari Wold Aquatic,” sambungnya.

Baca Juga : Ganda Putri Tenis Meja Sumut Lolos 16 Besar, Putra Tersingkir

Sarman mengatakan dalam waktu yang tersisa, Kolam Renang Selayang sudah akan siap menjadi saksi bisu pertandingan-pertandingan cabor akuatik di perhelatan olahraga nasional tersebut.

“Kami lihat kalau untuk PON ini sudah layak, kalau internasional sudah tidak sempat lagi, karena kita harus mendatangkan World Aquatic untuk lisensinya, mereka juga melihat alat dan mengukur semuanya,” pungkasnya.

(cw3/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Azzahra Atlet Sulteng Menjadi yang Tercepat di Cabor Renang 200 Meter Gaya Bebas Putri