Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pejudo putri Jepang, Uta Abe, menangis histeris setelah kalah dari lawannya, Diera Keldierova dari Uzbekistan, di babak perdelapan-final Olimpiade Paris kelas 52 kilogram, Minggu (28/7/2024).
Atlet berusia 24 tahun itu menangis tersedu-sedu dan telungkup dengan wajah terbenam di matras. Setelah bangun, dia menangis histeris dan pelatihnya berusaha menenangkannya.
Abe hampir lima tahun tak terkalahkan dalam 47 laga. Kekalahan terakhirnya terjadi pada November 2019 ketika melawan Amandine Bouchard dari Perancis.
Baca Juga : Tiongkok Kokoh Jadi Pemasok Utama, Dominasi 41 Persen Impor Nonmigas Indonesia
"Aku tak bisa tenang saat kalah karena aku terlalu banyak memikirkan Olimpiade, aku melakukan banyak hal untuk hari ini," kata Uta Abe, dikutip dari EA Daily.
Atlet itu juga mengungkapkan bahwa teknik Keldierova sangat baik.
"Aku bingung, aku tak punya waktu untuk bereaksi," kata Abe.
Baca Juga : Ekspor Karet Sumut Oktober 2025 Melemah 17,9% (YoY), Terdampak Permintaan Global dan Curah Hujan Tinggi
Pelatih kepala tim judo putri Jepang Katsuyuki Masuchi mengakui, lawannya memang bermain lebih baik.
"Ada begitu banyak judoka hebat di kelas 52 kg. Dia (Keldierova) cepat. Saya tahu persaingannya akan sulit, tetapi saya berharap Uta menemukan cara untuk menang, seperti yang selalu dilakukannya," ujarnya.
Sementara itu, saudara laki-laki Uta Abe yang juga pejudo yakni Hifumi Abe meraih medali emas di kategori putra kelas 66 kg.
Baca Juga : Ibu Korban Menangis Histeris saat Hakim Pengadilan Militer Bacakan Kronologis Peristiwa
Hifumi bangkit dari kekalahan Uta. Ia melakukan duel 59 detik melawan Willian Lima dari Brasil di final pada Minggu (28/7/2024). (rsy/nusantaraterkini.co)
