Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

3 Wanita Dibantai Kartel Narkoba, Disiarkan Live di Medsos

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kerabat para korban gelar aksi di Argentina (via BBC)

nusantaraterkini.co, ARGENTINA Argentina diguncang kasus sadis yang menyeret jaringan kartel narkoba internasional. Tiga perempuan muda ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan setelah sebelumnya disiksa dan sebagian tubuh mereka dimutilasi. Lebih mengejutkan lagi, eksekusi brutal tersebut disiarkan langsung di Instagram untuk kelompok terbatas berisi puluhan orang.

Korban diketahui bernama Brenda del Castillo (20), Morena Verdi (20), dan Lara Gutiérrez (15). Mereka ditemukan terkubur di halaman sebuah rumah di kawasan Florencio Varela, pinggiran selatan Buenos Aires, pada Rabu (24/9/2025). Brenda dan Morena diketahui masih memiliki hubungan sepupu.

Menurut penyelidikan, ketiganya terakhir terlihat hidup pada Jumat (19/9/2025) malam ketika naik ke sebuah van putih. Mereka diduga dijebak dengan alasan menghadiri sebuah acara, padahal dibawa ke lokasi eksekusi.

Baca Juga : G20 Sukses Sahkan Deklarasi Bersama di Afrika Selatan Walau Dibayangi Boikot AS dan Argentina ​

“Mereka percaya sedang diundang ke pesta. Faktanya, mereka digiring ke rumah yang dikuasai organisasi narkoba,” ungkap Menteri Keamanan Provinsi Buenos Aires, Javier Alonso, kepada media setempat.

Disiksa dan Dimutilasi Sebelum Dibunuh

Autopsi menunjukkan korban mengalami penyiksaan hebat. Lara kehilangan lima jari di tangan kiri serta sebagian telinganya sebelum dibunuh. Dua korban lain dipukuli hingga tak berdaya, bahkan tubuh Brenda sempat dimutilasi usai meninggal.

Baca Juga : Guillermo Francos Mundur, PM Argentina Dijabat Jubir Presiden

“Kedua gadis itu menderita sangat parah. Ini kejahatan yang direncanakan dengan tujuan memberi pesan teror,” jelas Alonso.

Aksi ini disebut sebagai perintah dari seorang pemimpin geng narkoba berusia 23 tahun, dikenal dengan julukan “Pequeño J” atau “Julito”. Saat siaran langsung berlangsung, ia terdengar berkata: “Inilah akibatnya kalau ada yang berani mencuri narkoba saya.”

Jejak Kartel Internasional

Baca Juga : Empat Terdakwa Kasus Korupsi Penjualan Aset PTPN I Senilai 263 Miliar Jalani Sidang di PN Medan

Alonso menegaskan, jaringan ini bukan sekadar geng lokal melainkan bagian dari sindikat transnasional yang memasok narkoba ke berbagai wilayah di Argentina, termasuk ibu kota. Polisi menyebut, sebelum pembantaian terjadi, pelaku sudah menggali lubang di halaman rumah untuk mengubur korban.

Hingga kini, polisi telah menahan 12 orang yang diduga terlibat, termasuk dua pria dan dua perempuan yang kedapatan sedang membersihkan lokasi kejadian dengan klorin untuk menghilangkan jejak darah.

Jeritan Ibu Korban

Baca Juga : Kasus Bullying Meningkat, DPR Desak Pemerintah Hadirkan Psikolog di Setiap Sekolah

Peristiwa ini menimbulkan gelombang duka mendalam. Paula, ibu Brenda, menangis histeris saat diwawancarai televisi lokal.

"Mereka membunuh anak saya. Saya menuntut keadilan, saya ingin semua pelaku masuk penjara. Anak saya tidak pantas diperlakukan seperti itu,” ujarnya pilu.

Ketiga korban telah dimakamkan pada Kamis (25/9/2025) sore.

Baca Juga : Protes Gen Z di Meksiko Memanas, Barikade Istana Dijebol

Argentina Diguncang Tingkat Kekerasan Tak Lazim

Kasus ini menjadi perhatian luas karena tingkat kebrutalan semacam ini jarang terjadi di Argentina. Negara ini dikenal memiliki angka pembunuhan rendah di Amerika Latin, hanya 3,8 kasus per 100 ribu penduduk. Bandingkan dengan Meksiko yang mencapai 25,6, atau Ekuador yang pada 2024 mencatat 39 pembunuhan per 100 ribu penduduk.

Pihak berwenang memastikan penyelidikan akan difokuskan pada pasal pembunuhan berencana dengan pemberatan, sambil menelusuri jaringan kartel yang berada di balik tragedi ini.

(Dra/nusantaraterkini.co).