Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

2.000 Ton Beras Impor Vietnam Jadi Stok Beras Bulog Palopo

Editor:  Annisa
Reporter: Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pj Wali Kota Palopo Asrul Sani saat meninjau gudang beras Bulog Palopo (Foto: Dok. Pemkot Palopo)

Nusantaraterkini.co - Bulog Cabang Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengantongi sebanyak 2.000 ton beras impor dari Vietnam. Hal ini bertujuan untuk menjamin pasokan beras selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri di Kota Palopo.

"Beras di cabang Palopo yang ada saat ini sekitar 4.000 ton, itu cukup sampai 6 bulan ke depan," kata Wakil Pimpinan Cabang Bulog Palopo Viona Cheria, dilansir detikSulsel, Selasa (19/3/2024).

Viona menyebut, di gudang beras Bulog Palopo ada sebanyak 2.000 ton beras impor asal Vietnam. Ia mengaku,  beras impor tersebut untuk stabilisasi persediaan dan harga pangan (SPHP) selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga : Perum Bulog Sumut: Kondisi Geografis jadi Kendala Pendistribusian Beras SPHP

"Benar, jadi beras ini juga ada beras impor dari Vietnam, tahun ini Bulog Cabang Palopo dapat 2.000 ton beras impor. Jadi cukup selama Ramadan hingga Idul Fitri nanti," ungkapnya.

Dia menjelaskan, meski beras impor dari Vietnam, kualitas tidak lebih rendah dibandingkan dari beras lokal. Apalagi, menurutnya harga beras Bulog jauh lebih murah dari beras lokal.

"Kualitas dari beras ini kita jaga dengan baik. Makanya kami dari pihak Bulog saat pelaksanaan gerakan pangan murah (GPM) kami mengimbau warga masyarakat untuk membeli beras Bulog, karena ada subsidi sehingga harganya lebih murah itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah," ucapnya.

Baca Juga : Difitnah Pakai Karung Beras Berstiker Prabowo-Gibran, TKN: Ada Orkestrasi Menyudutkan Kami

Sedangkan, Pj Wali Kota Palopo Asrul Sani mengatakan, kualitas beras di Bulog sebanding dengan kualitas beras premium yang dijual di pasaran. Sehingga menurutnya, beras Bulog juga bisa menjadi alternatif pilihan masyarakat, mengingat semakin tingginya harga beras lokal di pasaran.

"Kualitas beras Bulog bagus, mirip beras premium juga. Harga beras lokal kan masih tinggi, kalau beras Bulog harganya masih sesuai dengan standar atau HET Rp 10.900 per kilo, makanya kita setiap pekan gelar gerakan pangan murah menggunakan beras dari Bulog," ujarnya.

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: detikcom

Baca Juga : Ribuan Ton Beras Impor Diduga Masuk RI, Komisi IV Tagih Komitmen Pemerintah