Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

2 Anggota TNI Hanyut Saat Selamatkan Warga dari Banjir di Tapsel

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Koramil 01/Batangtoru jajaran Kodim 0212/Tapsel dikerahkan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (25/11/2025).(foto:istimewa)

nusantaraterkini.co, MEDAN – Upaya penyelamatan warga terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, nyaris berujung tragedi. Dua prajurit TNI terseret arus deras saat membantu evakuasi di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Harahap menjelaskan, awalnya empat personel dikerahkan ke lokasi banjir. Namun, debit air yang tiba-tiba meningkat membuat arus sungai berubah ganas dan menghantam tim yang sedang mengevakuasi warga.

"Empat personel diterjang arus deras, dua di antaranya hanyut dan sempat dinyatakan hilang," ujar Asrul, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga : Bareskrim Telusuri Ribuan Kayu Gelondongan saat Banjir Tapsel, Dugaan Tindak Pidana Menguat

Dua prajurit tersebut adalah Sertu Nelwan Abdi Negara dan Serda Dame Ginting. Setelah terseret arus, keduanya hilang kontak. Tim gabungan langsung melakukan pencarian intensif dengan menyisir sungai dan permukiman sekitar.

Harapan muncul ketika pada pukul 16.35 WIB, Sertu Nelwan ditemukan dalam kondisi selamat. Pencarian kemudian difokuskan untuk menemukan Serda Dame Ginting.

Upaya itu membuahkan hasil. Sekitar pukul 19.30 WIB, Serda Dame Ginting ditemukan selamat di rumah warga di Desa Batu Horing, tak jauh dari lokasi awal hanyut. Ia diduga berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke titik yang lebih tinggi sebelum akhirnya ditolong warga.

"Serda Dame Ginting ditemukan selamat. Dia berhasil mencapai tempat aman setelah terbawa arus beberapa meter," kata Asrul.

Meski keduanya berhasil ditemukan, pihak TNI masih melakukan pemeriksaan lanjutan terkait kondisi kedua prajurit tersebut. Insiden ini menjadi pengingat betapa besar risiko yang dihadapi petugas ketika memberi pertolongan di tengah bencana.

(Dra/nusantaraterkini.co)