Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Waspada Post Holiday Syndrome Usai Lebaran 2026, Mengapa Kita Malas Kembali Bekerja?

Post holiday syndrome usai Lebaran bikin malas kerja. Kenali penyebab dan cara atasi agar produktivitas kembali optimal.

Munculnya rasa malas yang hebat, sulit fokus, hingga kelelahan mental sering kali menjadi penghalang. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai Post Holiday Syndrome atau Post Holiday Blues.(foto:rmol)
Munculnya rasa malas yang hebat, sulit fokus, hingga kelelahan mental sering kali menjadi penghalang. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai Post Holiday Syndrome atau Post Holiday Blues.(foto:rmol)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Libur panjang Idulfitri 2026 resmi berakhir, ditandai dengan arus balik yang mulai memadati kota-kota besar. Namun, bagi sebagian orang, kembali ke rutinitas kantor atau sekolah bukan perkara mudah. Munculnya rasa malas yang hebat, sulit fokus, hingga kelelahan mental sering kali menjadi penghalang. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai Post Holiday Syndrome atau .

​Fenomena ini merupakan gangguan suasana hati sementara yang muncul tepat setelah periode kesenangan berakhir. Berdasarkan tinjauan medis dari Health Line, otak manusia cenderung "terjebak" dalam rekaman pengalaman menyenangkan selama liburan. Akibatnya, sistem saraf terus merangsang tubuh untuk beristirahat, sehingga terjadi penolakan alami saat harus menghadapi beban kerja yang menumpuk.

​Gejala yang muncul bisa berupa fisik maupun emosional, mulai dari insomnia, sakit kepala, hingga rasa gelisah yang tidak beralasan. Kabar baiknya, sindrom ini biasanya bersifat transien dan umumnya mereda dalam minggu pertama setelah beraktivitas kembali.

​Strategi Jitu Mengusir

​Agar produktivitas Anda tidak terjun bebas, berikut adalah lima langkah praktis untuk memulihkan semangat, seperti dilansir RMOL, Selasa (24/3/2026).

Pulihkan Jam Biologis dengan Istirahat Berkualitas 

yang berantakan selama mudik adalah pemicu utama kelelahan fisik. Prioritaskan tidur malam yang cukup dan luangkan waktu sejenak untuk di rumah tanpa gangguan gawai. Tubuh yang bugar adalah fondasi utama pikiran yang jernih.

Lakukan Teknik Deep Breathing

akibat bayangan tumpukan pekerjaan bisa diredam dengan latihan pernapasan perut. Teknik ini terbukti secara ilmiah mampu menenangkan sistem saraf parasimpatis, membuat detak jantung lebih stabil, dan mengontrol kecemasan ringan yang muncul di pagi hari saat hendak berangkat kerja.

Nutrisi Peningkat  

Suasana hati sangat dipengaruhi oleh apa yang kita makan. Konsumsilah makanan kaya asam amino seperti telur, kacang-kacangan, dan brokoli untuk memicu produksi serotonin—hormon kebahagiaan. Jangan lupakan asupan omega-3 dan vitamin B kompleks untuk menjaga keseimbangan sistem saraf.

Tetap Terhubung secara Sosial 

Jangan mengunci diri karena merasa jenuh. Berinteraksi dengan rekan kerja atau teman justru dapat membantu proses adaptasi. Berbagi cerita lucu saat mudik bisa menjadi cara efektif untuk melepaskan ketegangan dan membuat suasana kantor terasa lebih hangat.

Rancang "Target Kecil" yang Menyenangkan

Buatlah jadwal aktivitas menarik di akhir pekan pertama setelah bekerja, seperti menonton film atau olahraga ringan. Memiliki sesuatu yang dinantikan (something to look forward to) akan memberi dorongan motivasi ekstra bagi otak untuk melewati hari-hari kerja yang terasa berat.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

​

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait