Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sering Begadang dan Main Gadget? Wamenkes Ingatkan Risiko Diabetes pada Generasi Muda

Sering begadang dan main gadget? Wamenkes peringatkan risiko diabetes tipe 2 yang kini mengintai generasi muda

Ilustrasi kebiasaan remaja bergadang dan main gadget yang dapat memicu diabetes. (Foto: dok Gemini AI)
Ilustrasi kebiasaan remaja bergadang dan main gadget yang dapat memicu diabetes. (Foto: dok Gemini AI)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Penyakit tipe 2 yang dahulu identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai mengancam generasi muda.

Wakil Menteri Kesehatan () Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, kasus diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada usia remaja, bahkan pada anak Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurutnya, pergeseran tren penyakit ini bukan sekadar dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga akibat perubahan drastis sehari-hari.

“Dulu tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini dan ini yang membuat saya tidak bisa tenang sebagai seorang dokter kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP,” ungkap Dante, dikutip dari laman Kemenkes, Selasa (26/5/2026). 

Dante menyoroti kebiasaan generasi muda saat ini yang minim aktivitas fisik, tingginya durasi layar (), kurang tidur, hingga konsumsi gula dan makanan ultra-proses yang berlebihan.

Selain itu, tekanan mental yang dihadapi remaja masa kini turut memperburuk kondisi tersebut. Ironisnya, diabetes tipe 2 pada remaja cenderung berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa.

Menghadapi ancaman tersebut, menegaskan, solusi utama bukan hanya obat-obatan, melainkan perubahan kebiasaan yang dimulai dari rumah.

“Ini bukan untuk menakut-nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang. Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga,” tegasnya.

Ia juga membagikan pengalamannya mendaki Gunung Ciremai bersama putranya sebagai cara menjaga kebugaran sekaligus melepas penat dari penggunaan gawai.

Pemerintah, lanjut Dante, telah merespons persoalan ini melalui program Cek Kesehatan Gratis yang menjangkau 25 juta anak sekolah, serta penerapan program “nutri-level”, yakni sistem label A hingga D pada kemasan makanan dan minuman untuk memperingatkan masyarakat terkait kadar gula.

Dari pemeriksaan di sekolah-sekolah, ditemukan pula berbagai masalah kesehatan yang mulai dialami remaja sejak dini, seperti hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi.

(*/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait