Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Warga Pati Kirim "Surat Cinta" ke KPK, Desak Bupatinya Jadi Tersangka

Suasana Alun-Alun Pati pada Senin (25/8/2025) pagi tampak berbeda. Ratusan warga berdatangan dengan penuh semangat. Bukan untuk rekreasi atau menghadi

Bagikan:
Sejumlah warga Pati melakukan aksi sebelum mengirimkan surat ke Kantor KPK di Kantor Pos Pati, Senin (25/8/2025). (Foto: kumparan)
Sejumlah warga Pati melakukan aksi sebelum mengirimkan surat ke Kantor KPK di Kantor Pos Pati, Senin (25/8/2025). (Foto: kumparan)
A A

nusantaraterkini.co,  – Suasana Alun-Alun Pati pada Senin (25/8/2025) pagi tampak berbeda. Ratusan berdatangan dengan penuh semangat. Bukan untuk rekreasi atau menghadiri acara hiburan, melainkan untuk mereka terhadap kepemimpinan .

Dengan cara unik, warga yang tergabung dalam sepakat yang ditujukan ke Komisi Pemberantasan (). Surat-surat itu berisi desakan agar KPK segera menetapkan Sudewo sebagai dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan jalur kereta api di Kementerian Perhubungan.

Dari Posko Donasi ke Kantor Pos

Sejak pagi, massa berkumpul di depan posko “Penggalangan Donasi Demo ” yang berada persis di depan kantor . Dari sana, mereka , lalu berjalan kaki bersama-sama menuju Kantor Pos Kota di Jalan Jenderal Sudirman.

Di sepanjang jalan, spanduk dan poster bertebaran: “KPK Tangkap ”, “Surat Cinta untuk KPK”, hingga “KPK Jangan Sampai Masuk Angin”. Aksi damai ini sengaja dikemas seperti kirim-kiriman surat, bukan demonstrasi dengan orasi keras.

“Ini bukan demo, hanya cara warga menyampaikan aspirasi lewat surat,” kata Teguh Istiyanto, koordinator aksi. Ia menegaskan gerakan ini murni lahir dari masyarakat Pati yang sudah jengah dengan gaya kepemimpinan bupati.

Warga Patungan, Bukan Aksi Bayaran

Maria (23), warga Kecamatan Gembong, menjadi salah satu wajah muda dalam barisan massa. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan uang pribadi hanya untuk mengirimkan surat.

“Tadi saya bayar Rp14 ribu buat kirim surat. Jadi kalau ada yang bilang aksi ini bayaran, itu fitnah,” ujarnya. Ia menambahkan, dirinya tidak rela daerahnya dipimpin oleh sosok yang namanya berulang kali muncul dalam dakwaan kasus korupsi.

Antusiasme warga juga terlihat dari donasi yang digalang sejak 19 Agustus. Hingga sehari sebelum aksi, uang yang terkumpul mencapai Rp148 juta. Dana itu disiapkan untuk mendukung rencana unjuk rasa besar-besaran di gedung KPK, Jakarta. Menurut Teguh, sudah ada sekitar 500 warga yang siap berangkat.

Respons KPK

KPK menyambut baik gerakan warga Pati ini. “Kami melihatnya sebagai bentuk dukungan dan harapan masyarakat agar perkara ini ditangani secara serius,” ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo.

Kasus yang dimaksud adalah dugaan suap proyek jalur ganda kereta api Solo Balapan–Kalioso senilai Rp143,5 miliar. Dalam dakwaan sejumlah terdakwa, nama Bupati Sudewo disebut menerima aliran dana dengan jatah 0,5 persen dari nilai proyek. Jumlahnya sekitar Rp720 juta yang diduga diterima melalui perantara pada September 2022.

Beberapa pihak lain dalam kasus ini, seperti Putu Sumarjaya dan Bernard Hasibuan, sudah lebih dulu divonis di Pengadilan Tipikor Semarang. Sementara nama Sudewo terus disebut dalam berbagai berkas dakwaan, namun hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka.

Menunggu Langkah Lanjut

Di tengah memanasnya situasi, masyarakat Pati terus menagih keadilan. Mereka tak ingin daerahnya dipimpin oleh sosok yang namanya terseret dugaan korupsi.

“Kalau benar ada bukti, harus segera diproses. Jangan sampai masyarakat hilang kepercayaan,” kata Maria dengan nada tegas.

Kini, bola berada di tangan KPK. Sementara itu, warga Pati telah mengirimkan “surat cinta” mereka, berharap lembaga antirasuah tak tinggal diam.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru