Nusantaraterkini.co, MEDAN - Penyerangan Prajurit Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumangan kepada warga Desa Selamat, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), ternyata terjadi tiga kali dalam semalam.
Peristiwa yang menyebabkan 8 warga Desa Selamat mengalami luka, hingga menewaskan seorang pria paruh baya bernama Raden Barus (61), meninggalkan luka pada warga.
Baca Juga : Nyatakan Perang Terhadap Sampah, TNI Bergerak Serentak Bersihkan Lingkungan
Seorang tokoh masyarakat, Tony Senohaji (55), meceritakan kesakisannya tentang brutalitas prajurit Batalyon Artileri Medan (Armed) yang terjadi pada Jumat (9/11/2024) kemarin.
Baca Juga : Wakil Panglima TNI Dorong Percepatan Koperasi Merah Putih
Katanya, sekitar pukul 21.30 WIB, puluhan personel TNI datang dengan arogansi ke warga desa. Para prajurit tersebut langsung menciptakan kericuhan.
Saat itu, para prajurit datang kata Tony, tanpa tujuan jelas, sehingga membuat warga bingung dan merasa terancam.
Baca Juga : Kodam I/BB Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Banjir dan Tanah Longsor di Sibolga–Tapteng
“Mereka (TNI) tidak menjelaskan apa tujuannya. Mengendarai sepeda motor knalpot tidak sesuai standar, bawa senjata tajam dan balok mereka mulai menyisir jalan-jalan kecil pemukiman,” ucap Tony, saat diwawancarai di Desa Selamat, Senin (11/11/2024).
Baca Juga : Panglima TNI Rotasi 57 Pati, Mayjen TNI Hendy Antariksa Jabat Pangdam I/BB
Akibatnya para warga desa merasa takut, dan berlarian untuk menyelamatkan diri sebab, hanya brutalitas yang mereka pertontonkan.
“Ada yang memarkirkan kereta, entah nampaknya anak muda disini, entah siapa atau di curigainya, ngejar, masuk ke gang-gang, tapi ada juga (warga) yang nanya mau ‘kemana pak’ langsung di pukuli,” ucapnya.
Baca Juga : Korban Keganasan 45 Prajurit TNI di Deli Serdang Hingga Kini Menanti Keadilan
Kemudian, warga desa berupaya untuk meredam aksi tersebut. Warga berkumpul dan berusaha memukul mundur para prajurit TNI itu. Dan, upaya warga berhasil.
Baca Juga : Soal Penyerangan TNI di Deliserdang, Ahmad Sahroni: Itu Reaksi dari Arogansi Rakyat
Namun, pada saat gesekan antara TNI dan warga desa terjadi, dua orang prajurit TNI diduga terpisah dari kelompok.
“Jadi yang pertama, seperti itula kejadiannya, karena anak kampung disitu udah ramai, melawan mereka hingga (TNI) mundur, karena pasukannya masih sekitar 30-an orang,” ungkapnya.
“Ternyata kabarnya, ada 2 orang (TNI) gak balik ke asrama, itu nyasar lari ke arah gereja katolik, sampai ke kuburan China sana. Kami tak tau,” timpal Tony.
Brutalitas prajurit TNI belum berhenti. Kata Tony, mereka kembali datang, menenteng senjata. Keamanan warga desa kembali terancam.
Di gelombang kedua ini, prajurit TNI semakin bringas, mendobrak pintu rumah, menyeret, hingga membacok warga sampai menewaskan seorang pria paruh baya, Raden Barus.
“Mereka mencari keberadaan dua rekannya yang tertinggal dari rombongan. Mereka mengira, dua kawannya disekap warga karena tidak ada di Batalyon,” ucap Tony.
Ironisnya, saat kejadian berlangsung, siapapun laki-laki di Desa Selamat akan mereka pukuli.
"Untuk total keseluruhan berkisar 20 orang yang alami luka-luka,” ucap Tony.
Mereka juga membawa sekitar 8 orang warga secara paksa ke Batalyon. Meskipun tidak lama, hingga akhirnya dipulangkan.
Selanjutnya, brutalitas malam itu kembali terjadi dan yang ketiga kalinya. Suasan Desa Selamat kembali mencekam.
Persis seperti penyerangan pertama, para prajurit TNI tersebut tidak mengenal kompromi. Justru mereka menakuti para warga dan mengancam membakar pemukiman.
“Mereka mengancam akan membakar rumah-rumah warga,” kata Tony.
Tony juga menjelaskan, jika terdapat dua orang perosnel yang terpisah saat mereka mundur di awal. Diduga, prajurit itu takut melintasi desa.
Belakangan diketahui, bahwa pada Jumat 9 November, sore ada dua anggota TNI sedang mengisi BBM bersamaan dengan sekelompok pemuda mengendarai sepeda motor.
Menurut Tony, para pemuda tersebut hendak reunian ke rumah teman mereka yang berada di Patumbak. Katanya, prajurit menegur para pemuda tersebut karena diduga ugal-ugalan.
Sehingga, keduanya terlibat cekcok.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
