Warga Bandar Klippa Blokade Jalan, Protes Sampah Menumpuk dan Bau Menyengat
DELISERDANG - Warga Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, memblokade Jalan Kolam Belakang menggunakan tumpukan sampa
Nusantaraterkini.co, DELISERDANG - Warga Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, memblokade Jalan Kolam Belakang menggunakan tumpukan sampah. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap maraknya pembuangan sampah sembarangan di kawasan mereka.
Jalan yang menghubungkan Desa Kolam, Bandar Setia, dan Tambak Bayan itu kini dipenuhi gunungan sampah yang mengeluarkan bau menyengat. Lokasinya berada tak jauh dari permukiman warga.
“Sudah sering kami bersihkan, tapi dalam hitungan jam sampah kembali menumpuk,” kata Kepala Dusun XVIII Desa Bandar Klippa, Salidin Maha, saat ditemui, Senin (3/11/2025).
Menurut Salidin, warga sengaja menolak permintaan aparat desa untuk segera membersihkan sampah itu. Mereka ingin jalan tetap tertutup sementara, sebagai bentuk protes terhadap kebiasaan masyarakat luar daerah yang membuang sampah di wilayah mereka.
“Ini puncak kemarahan warga. Mereka sepakat menutup jalan dan menggiring sampah ke tengah agar orang tahu kami keberatan. Katanya jangan dibersihkan dulu, biar pelaku tahu dampaknya,” ujarnya.
Pemerintah desa, kata Salidin, sudah berulang kali membersihkan area itu bersama pihak kecamatan menggunakan alat berat dan truk sampah. Namun, sampah kembali muncul tak lama setelah dibersihkan.
“Sudah sering kita tangkap orang yang buang sampah. Tapi karena tak ada aturan yang memberi sanksi, akhirnya hanya kita mediasi saja,” tutur dia.
Ia menambahkan, penjagaan di lokasi tidak bisa dilakukan selama 24 jam. “Kalau siang bisa dijaga, tapi malam tidak. Jadi banyak yang buang diam-diam,” katanya.
Selain menimbulkan bau tak sedap, tumpukan sampah juga membuat jalan licin dan berbahaya. Beberapa pengendara disebut sudah terjatuh akibat terpeleset plastik dan popok bayi yang berserakan.
“Banyak perumahan di sekitar sini. Kita tidak menuduh siapa yang buang, tapi jelas banyak kendaraan dari luar daerah lewat sini,” ucap Salidin.
Pemerintah desa mengakui pengelolaan sampah masih terkendala armada pengangkut. Truk sampah jarang masuk ke wilayah itu, hanya datang seminggu sekali.
“Memang belum rutin. Tapi sudah ada rencana untuk program pemilahan sampah. Kami tinggal menunggu tindak lanjut dari kecamatan,” kata Salidin.
Ia menuturkan, kondisi Jalan Kolam Belakang sebenarnya bersih beberapa tahun lalu. Namun, satu tumpukan kecil yang dibiarkan lama-lama berubah menjadi gunungan sampah selama tiga tahun terakhir.
“Kami sudah melapor ke pimpinan dan menunggu bantuan alat berat serta truk untuk mengangkutnya,” tutupnya.
(cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSDugaan Pelecehan Seksual di UGM Mencuat, Habib Syarief Minta Tindakan Tegas Jika Terbukti
hendra·1 menit yang lalu -
-
SUMSELDinkes Sumsel Catat 29.969 Kasus ISPA Akibat Dampak Kabut Asap Karhutla hingga September 2026
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDugaan Mafia Tanah di Sulteng Diadukan ke Komisi III DPR, Kuasa Hukum Soroti SP3 Polda
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Kasus PNBP Pelabuhan Belawan, JPU Dalami Prosedur Pemanduan dan Navigasi Kapal
hendra·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANMulai Oktober, Siswa SMA/SMK Bermasalah Bakal Dibina di Barak Kopassus
hendra·3 jam yang lalu -
PERISTIWADua Pemuda Tewas di Kontrakan, Polisi Temukan Bau Gas Menyengat dan Kompor Masih Menyala
hendra·3 jam yang lalu -
NASIONALDPD dan TNI Dorong Karya Bakti di Bengkulu, 580 Titik Pembangunan Disiapkan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KRIMINALMelawan Petugas, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Binjai Kota Ditembak Polisi
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALLBH Pandawa Khatulistiwa Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Aliran Emas Papua di Samarinda
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan