Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Wakil Bupati Samosir Terima Kunjungan Tim Bappenas dan Kedutaan Inggris, Diskusi Program Pembangunan Solar Power Water Pump

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: JAS
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tim Bappenas dan Kedutaan Inggris, Diskusi Program Pembangunan Solar Power Water Pump Bersama Wagub Samosir. (Foto: JAS/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menerima kunjungan Tim Bappenas dan UKFCDO (United Kingdom Foreign, Commonwealth and Development Office/Kedutaan Inggris), Tim Kemendagri, dan Bappeda Provsu di Lobby Lt. II Kantor Bupati Samosir.

Kehadiran Tim Bappenas dan UKFCDO serta pihak terkait, adalah dalam rangka diskusi dan kunjungan lapangan, implementasi LCDI (Low Carbon Develovment Indonesia) yakni rencana pembangunan Solar Power Water Pump di Kabupaten Samosir, tepatnya di dua desa yaitu Desa Sibonor Ompu Ratus Kecamatan Nainggolan, dan Desa Pakpahan Kecamatan Onan Runggu.

Fungsional Perencana Madya Direktorat Lingkungan Hidup, Bappenas Anna Amelia menyampaikan, kehadiran tim ini di Kabupaten Samosir adalah untuk berdiskusi guna menggali perspektif dari berbagai pemangku kepentingan dan meminta komitmen Pemkab Samosir terkait rencana pembangunan Solar Power Water Pump di Samosir.

Baca Juga : Wabup Promosikan Parawisata Samosir di Rapimnas Persaudaraan Profesi Advokat Nusantara

Dirinya menyebut bahwa LCDI merupakan program prioritas nasional untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui aktivitas dengan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang rendah.

"Maka hari ini, kami ingin berdiskusi lebih lanjut, untuk mendapat perkembangan terbaru terkait pelaksanaan proyek ini. Mulai dari satus lahan, hingga komitmen masyarakat pemanfaat sehingga betul-betul berkelanjutan untuk masyarakat," ujarnya, Kamis (20/3/2025).

 Hal yang sama juga disampaikan oleh Senior Advisor UKFCDO, Ida Suriany Nainggolan. Dia menambahkan, bahwa program ini merupakan salah satu dari beberapa program kerjasama bilateral antara pemerintah Indonesia dengan Inggris.

Baca Juga : Wabup Samosir Harapkan PGRI Berkontribusi Nyata dalam Pembangunan Pendidikan

Program ini merupakan program LCDI fase dua, dengan Bappenas sebagai partner utama, didukung juga oleh Kemendagri dan membangun kemitraan bersama dengan legislatif dan sektor privat.

"Bagi kami yang terpenting adalah lokasi yang tepat, legalitas lahan, dan kepastian RTRW yang melindungi area persawahan yang akan menerima manfaat proyek ini, sehingga dapat berkelanjutan," ujarnya.

Ida juga berharap proyek ini dapat memberi nilai tambah untuk sektor lainnya, dan terintegrasi dengan kegiatan lain yang bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

Baca Juga : Rutan Tarutung Gelar Panen Raya Ketahanan Pangan Hasil Budidaya Warga Binaan

 Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dalam sambutannya, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tim yang hadir di Kabupaten Samosir, Titik Awal Peradaban Batak.

"Kami menyambut baik dan mendukung penuh program ini. Tentunya beban petani di Samosir akan semakin berkurang, dan pastinya produktifitas akan meningkat, yang dulunya panen sekali setahun akan menjadi dua kali setahun sehingga bisa menyumbang ketahanan pangan nasional sesuai cita-cita Bapak Presiden kita," ujar Ariston.

Wakil Bupati juga menyampaikan terima kasih telah dipilihnya Kabupaten Samosir menjadi lokus implementasi LCDI.

Baca Juga : Usulan Bulog dan Bapanas jadi Kementerian Perkuat Kebijakan Pangan

Sejak tahun 2019-2024, Pemprovsu melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM telah membagi lima pompa air bertenaga surya di Samosir, dan hingga saat ini beroperasi dengan baik dan dapat meningkatkan produksi padi.

Dalam mendukung LCDI, Pemkab Samosir telah menjalankan beberapa program diantaranya Pangula Nature (Bertani Selaras Alam) yang memberikan edukasi, bantuan peralatan produksi, pupuk organik, pengaturan pola tanam dan pembentukan kelompok peduli api.

"Kita juga berkomitmen melakukan konservasi lahan kritis dan sudah melakukan penanaman pohon bersama masyarakat sebanyak 135.000 batang. Kedepan kita akan semakin masif untuk daya dukung lingkungan yang berkelanjutan," tutupnya.

(jas/nusantaraterkini.co)