Nusantaraterkini.co, MEDAN – Cacar api pada anak atau herpes zoster merupakan infeksi virus yang ditandai dengan ruam kulit disertai rasa nyeri. Meski identik menyerang orang dewasa, penyakit ini juga bisa dialami anak-anak, terutama mereka yang sebelumnya pernah terkena cacar air.
Herpes zoster disebabkan oleh virus varicella-zoster, yaitu virus yang sama dengan penyebab cacar air. Setelah sembuh dari cacar air, virus ini tidak sepenuhnya hilang, melainkan “tertidur” di dalam saraf dan dapat aktif kembali sewaktu-waktu.
Memahami gejala, penyebab, hingga cara penanganannya sangat penting agar anak mendapatkan perawatan yang tepat dan terhindar dari komplikasi.
Baca Juga : Pembangunan Nasional Perlu Sediakan Ruang Bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
Penyebab Cacar Api pada Anak
Cacar api terjadi akibat aktifnya kembali virus varicella-zoster. Sejumlah faktor diketahui dapat memicu reaktivasi virus tersebut, di antaranya:
Riwayat cacar air: Anak yang pernah terkena cacar air berisiko mengalami cacar api.
Baca Juga : Pascabanjir, IGD dan ICU RSUD Langsa Berangsur Aktif, Layanan Prioritas Kembali Beroperasi
Daya tahan tubuh menurun: Kondisi medis tertentu atau pengobatan yang menekan sistem imun dapat meningkatkan risiko.
Stres fisik dan emosional: Tekanan berlebihan pada tubuh maupun pikiran dapat menjadi pemicu munculnya herpes zoster.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Baca Juga : Sambut Program CKG, DPR: Sangat Bermanfaat Bagi Rakyat
Gejala cacar api pada anak umumnya lebih ringan dibandingkan orang dewasa, namun tetap perlu diwaspadai. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
Rasa nyeri, gatal, atau kesemutan pada area kulit tertentu sebelum ruam muncul
Ruam berisi cairan yang berkembang menjadi lepuhan, biasanya hanya di satu sisi tubuh
Baca Juga : Bayi Laki-laki Bisa Alami Ereksi Sejak di Dalam Kandungan, Cek Faktanya
Demam ringan
Sakit kepala
Mudah lelah dan tidak bertenaga
Baca Juga : Pengidap Sinusitis Jangan Sepelekan Gejala Ini pada Tubuh Kalian
Kulit terasa perih dan sensitif pada area yang terdampak
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa keluhan nyeri akibat cacar api dapat bertahan beberapa minggu, bahkan setelah ruam mengering dan sembuh.
Cara Diagnosis
Baca Juga : Pusar Bayi Bernanah Jangan Diabaikan, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya
Dokter biasanya mendiagnosis cacar api melalui pemeriksaan fisik serta riwayat kesehatan anak. Pada kondisi tertentu, sampel cairan dari lepuhan dapat diambil untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan diagnosis.
Pengobatan Cacar Api pada Anak
Penanganan herpes zoster bertujuan untuk meredakan nyeri, mempercepat penyembuhan, serta mencegah komplikasi. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan meliputi:
Obat antivirus seperti acyclovir, paling efektif bila diberikan dalam 72 jam sejak ruam muncul
Obat pereda nyeri dan demam seperti paracetamol atau ibuprofen
Kompres dingin untuk mengurangi rasa gatal dan perih
Krim anti-gatal seperti losion kalamin
Perawatan rumahan, termasuk mandi air sejuk dan mengenakan pakaian longgar agar kulit tidak teriritasi
Dengan penanganan yang tepat dan cepat, cacar api pada anak umumnya dapat sembuh tanpa menimbulkan masalah serius.
(Dra/nusantaraterkini.co).
