Viral Konvoi Bawa Sajam di Langkat, Polisi Ringkus 16 Remaja Diduga Anggota Geng Motor
Video viral geng motor membawa sajam di Langkat berujung penangkapan 16 remaja. Polisi menyita parang, celurit, dan ketapel.
Nusantaraterkini.co, LANGKAT – Polisi berhasil mengamankan 16 remaja yang diduga tergabung dalam kelompok geng motor setelah video konvoi membawa senjata tajam (sajam) viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Simpang Tol Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Ghulam Yanuar Lutfi, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari perselisihan dua pelajar yang terjadi di lingkungan sekolah. Salah satu remaja berinisial MR mengaku ditantang berkelahi oleh remaja berinisial T yang berasal dari Kampung Lama Besitang.
"Awalnya MR mengusulkan duel satu lawan satu. Namun, ajakan tersebut ditolak dan berubah menjadi rencana tawuran secara berkelompok dengan membawa senjata tajam. Kedua kubu kemudian sepakat bertemu di kawasan Simpang Pangkalan Susu pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB," ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Namun hingga waktu yang ditentukan, kelompok lawan tidak kunjung datang. Situasi itu justru dimanfaatkan sebagian remaja untuk membuat video konvoi sambil mengacungkan senjata tajam di jalan lintas dekat Simpang Tol Brandan menuju Besitang.
"Video tersebut kemudian diedit oleh salah satu anggota berinisial AP dan diunggah ke status media sosial masing-masing dengan tujuan mengintimidasi kelompok lawan. Tak lama kemudian rekaman itu menyebar luas dan viral di Facebook maupun Instagram," paparnya.
Mendapat laporan masyarakat, Kapolsek Babalan AKP Eben H Tarigan langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Besitang AKP Abed Nebo untuk mengidentifikasi para pelaku. Tim Reskrim kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan MR di kediamannya.
"Dari rumah MR, polisi menyita sebilah golok sepanjang sekitar 75 sentimeter yang diakui digunakan saat konvoi. Berdasarkan keterangan MR, petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap 15 remaja lainnya yang diduga ikut terlibat," pungkasnya.
Selain menangkap para pelaku, polisi turut menyita enam bilah parang, satu celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter, sebuah bendera Amerika Serikat, serta ketapel lengkap dengan anak panah yang dimodifikasi menggunakan paku.
Seluruh remaja yang diamankan diketahui masih berstatus di bawah umur. Mereka kemudian dibawa ke Polsek Babalan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam penyelesaiannya, Polsek Babalan memfasilitasi proses restorative justice (RJ) yang melibatkan orang tua para remaja. Pada pertemuan tersebut, keluarga para pelaku menyampaikan permohonan maaf dan meminta agar anak-anak mereka diberikan kesempatan untuk dibina agar tidak mengulangi perbuatannya.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·26 menit yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·36 menit yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·37 menit yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·58 menit yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan