Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Viral! Dua Wanita Asal Sumbar dan Kepri Diduga Disekap di Myanmar, Diminta Tebusan Rp220 Juta

Viral dua wanita asal Sumbar dan Kepri diduga disekap di Myanmar. Pelaku meminta tebusan Rp220 juta, BP3MI kini berkoordinasi untuk penyelamatan.

Bagikan:
Dua wanita asal sumbar dan kepri diduga disekap di myanmar, diminta tebusan rp220 juta. (Foto: ilustrasi AI)
Dua wanita asal sumbar dan kepri diduga disekap di myanmar, diminta tebusan rp220 juta. (Foto: ilustrasi AI)
A A

Nusantaraterkini.co, PADANG – Video yang memperlihatkan dua perempuan warga negara Indonesia () diduga menjadi korban penyekapan di Kota , , di media sosial. Keduanya disebut berasal dari dan .

Dalam rekaman yang beredar, kedua perempuan tampak berada dalam kondisi memprihatinkan. Tangan mereka terlihat terikat, sementara kaki dipenuhi luka. Dengan suara lirih, keduanya memohon bantuan agar bisa segera dipulangkan ke Indonesia.

Informasi yang beredar menyebut korban bernama Ayu, warga Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten , Sumatera Barat, serta Susi yang berasal dari , Kepulauan Riau.

Narasi dalam video itu juga menyebut para pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp220 juta. Korban disebut diancam akan dicambuk apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi. Bahkan, pelaku diduga mengancam akan menjual organ tubuh korban.

Menanggapi kasus tersebut, Balai Pelayanan Pelindungan () Sumatera Barat langsung melakukan penelusuran.

Kepala Sumbar, Jupriyadi, membenarkan bahwa salah satu korban adalah Ayu, warga Kabupaten .

"Ayu diketahui pernah mengurus paspor di Kantor Imigrasi Tangerang. Setelah itu berangkat melalui Malaysia dan Thailand sebelum akhirnya masuk ke . Di sanalah peristiwa tersebut diduga terjadi," kata Jupriyadi, Kamis (16/7/2026).

BP3MI Sumbar telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam, Polda Sumbar, serta pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan kasus tersebut. Pemerintah juga akan mengirimkan surat kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon agar proses penyelamatan dapat segera dilakukan.

Jupriyadi menduga kedua perempuan itu berangkat ke Myanmar melalui jalur nonprosedural yang sering dimanfaatkan jaringan perekrut ilegal pekerja migran.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri yang beredar di media sosial.

"Pastikan informasi lowongan kerja berasal dari pemerintah atau lembaga resmi. Jangan mudah percaya pada iming-iming di media sosial karena berpotensi menjadi modus ," tegasnya.

Menurut Jupriyadi, pemerintah Indonesia hingga saat ini tidak membuka penempatan pekerja migran ke Myanmar karena belum memiliki kerja sama resmi dengan negara tersebut.

Karena itu, setiap keberangkatan secara ilegal dinilai memiliki risiko tinggi, termasuk menjadi korban tindak pidana perdagangan orang ().

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait