Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

VIDEO Aktivis Aksi Kamisan Medan Refleksikan Kematian Munir dan Korban Kekerasan Unjuk Rasa

Aktivis Aksi Kamisan Medan Refleksikan Kematian Munir dan Korban Kekerasan Unjuk Rasa

A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kelompok aktivis dari Aksi Medan merefleksikan kasus kematian Said Thalib, di Jalan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, pada Kamis (4/9/2025). 

Selain , mereka juga mengenang kasus dugaan kekerasan yang menewaskan sebanyak 9 orang dalam gelombang unjuk rasa yang terjadi di banyak wilayah di Indonesia.

Baca Juga : Aksi Kamisan Teriaki Polisi Dengan Kata-kata Ini hingga Posting Flayer Polisi Pembunuh!

Aksi itu dirangkai dengan menyalakan lilin di antara foto-foto para korban tewas, menyanyikan lagu Gugur Bunga, hingga mengheningkan cipta. 

Selain itu, luapan protes terhadap pemerintah juga lantang diserukan oleh mereka.

Payung hitam yang juga merupakan ciri khas gerakan mereka juga diletakkan berderet. 

Poster-poster dengan ragam kata dan warna digenggam erat oleh para aktivis yang kompak mengenakan pakaian serba hitam.

Gana, salah satu aktivis yang terlibat dalam gerakan refleksi itu menjelaskan, jika gerakan refleksi mereka bentuk ekspresi kekecewaan atas pemerintah yang dianggap selama 21 tahun kematian aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir belum tuntas.

Baca Juga : Massa Aksi Kamisan Unjuk Rasa Tolak RUU TNI

“Selain itu, kami juga mengampanyekan kondisi Indonesia yang hari ini darurat kekerasan,” ucap Gana saat diwawancarai di lokasi.

Aksi itu dimulai sekitar pukul 17.50 WIB dan berakhir hingga pukul 19.20 WIB. Selama itu para peserta aksi bergantian berorasi. 

Menjelang malam mereka kemudian menyalakan lilin untuk mengenang para korban yang dianggap dibunuh oleh aparat selama gelombang unjuk rasa yang belakangan ini terjadi.

Pada momen yang sama mereka kemudian hening sambil menundukkan kepala. Mereka terlihat khidmat pada momen itu.

“Dari aksi ini kami sebenarnya berharap pemerintah dapat menjalankan aspirasi-aspirasi masyarakat. Karena itu tidak berjalan tema kali ini juga adalah Indonesia darurat kekerasan,” tutur Gana.

Baca Juga : Aksi Kamisan Medan Tuntut Pemerintah Tutup PT Toba Pulp Lestari

Perlu diketahui, merupakan gerakan damai penyintas, keluarga korban, dan pegiat HAM yang mendesak negara menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.

Cikal bakal aksi ini dipelopori oleh Maria Catarina Sumarsih, ibu almarhum Bernardus Realino Norma Irmawan (Wawan), mahasiswa Unika Atmajaya yang tewas ditembak dalam Tragedi Semanggi I (1998).

Bersama Sumarsih, ada Suciwati, istri almarhum pejuang HAM Munir Said Thalib, serta Bedjo Untung, penyintas tragedi G30S 1965, yang ikut merintis gerakan ini.

Simbol pakaian hitam dan payung hitam dipilih sebagai lambang duka sekaligus keteguhan cinta kemanusiaan. 

Baca Juga : Aksi Kamisan di Medan, Massa Soraki Rombongan Petugas Polisi: Brutal dan Penindas!

Sumarsih mengusulkan atribut payung, sementara Suciwati mengusulkan warna hitam untuk pakaian dan payung. 

Inspirasi " class="article-tag-link" rel="tag">Aksi Kamisan datang dari Asociación Madres de Plaza de Mayo di Buenos Aires, Argentina, di mana para ibu korban penghilangan paksa rutin menggelar aksi damai sejak 1977.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait