Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Aksi Kamisan Medan Tuntut Pemerintah Tutup PT Toba Pulp Lestari

Aksi Kamisan Medan Tuntut Pemerintah Tutup PT Toba Pulp Lestari

Aksi Kamisan Medan Tuntut Pemerintah Tutup PT Toba Pulp Lestari
Aksi Kamisan Medan Tuntut Pemerintah Tutup PT Toba Pulp Lestari
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Aktivis Aksi menggelar unjuk rasa di Jalan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kamis (14/8/2025), untuk menyuarakan solidaritas terhadap masyarakat adat Natinggir, Desa Simare, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. 

Mereka menuding PT Toba Pulp Lestari (TPL) melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap masyarakat adat.

Baca Juga : Aksi Kamisan Medan Bersolidaritas untuk Masyarakat Adat Natinggir

Aksi dimulai sekitar pukul 17.20 WIB. Peserta mengenakan pakaian hitam dan membawa poster bertuliskan tuntutan, seperti “Hentikan Penggusuran dan Kekerasan di Tanah Adat Natinggir” serta “Sedang Mencari Negara Dalam Penyelesaian Konflik.”

Koordinator aksi, Sondang William Gabriel Manalu, mengatakan peristiwa berawal pada Rabu (7/8/2025) saat ratusan karyawan dan petugas keamanan PT TPL menanami eukaliptus di lahan adat.

Warga menolak, sehingga terjadi gesekan. 

Seorang warga terluka di leher, rumah warga dirusak, dan batu dilemparkan ke pemukiman saat anak-anak berada di dalam rumah.

Sondang menyebut, sejak insiden tersebut, masyarakat adat Natinggir kesulitan mengakses kebutuhan pokok karena lokasi mereka berada di dalam kawasan PT TPL dan harus melewati portal perusahaan.

Empat staf pendamping dari Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) dilaporkan menjadi korban kekerasan.

Direktur KSPPM, Roki Pasaribu, menilai peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan PT TPL terhadap masyarakat adat.

Data yang dirilis menyebut PT TPL menguasai 291 ribu hektare tanah di Sumatera Utara untuk Hutan Tanaman Industri (HTI), termasuk 33 ribu hektare wilayah adat dari 23 komunitas di 12 kabupaten.

Baca Juga : Massa Aksi Kamisan Unjuk Rasa Tolak RUU TNI

Selama ekspansi, 470 warga adat menjadi korban, dua orang meninggal, 208 dianiaya, dan 260 dikriminalisasi.

Aksi Medan menuntut pemerintah segera menutup PT TPL.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait