Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

UNIFIL Tak Akan Angkat Kaki dari Lebanon Meski Tahu Serangan Israel Disengaja

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota UNIFIL sedang berpatroli di perbatasan Lebanon-Israel. Foto: Dok. UNIFIL

nusantaraterkini.co, MEDAN - Juru bicara misi penjaga perdamaian UNIFIL, Andrea Tenenti, mengecam serangkaian serangan langsung dan disengaja oleh pasukan Israel dalam beberapa hari terakhir. 

Meski demikian, pihaknya berkukuh untuk tetap berjaga di perbatasan dan tidak akan meninggalkan posnya.

"Kami harus tetap tinggal, meski mereka meminta kami untuk pindah," kata Tenenti pada Jumat (18/10/2024), seperti dikutip dari Reuters.

Baca Juga : Laporan Mengejutkan PBB: Israel Dituding Lakukan 10.000 Lebih Pelanggaran di Wilayah Kedaulatan Lebanon

Ia juga mengaku pihaknya telah menemukan bukti kemungkinan penggunaan fosfor putih di dekat salah satu pangkalan UNIFIL.

"Kehancuran dan penghancuran banyak desa di sepanjang Garis Biru (Blue Line), dan bahkan di luarnya, sangat mengejutkan," katanya, mengacu pada Blue Line, wilayah pemisah antara Lebanon dan Israel.

UNIFIL beroperasi di sekitar Blue Line, sebuah "garis" sepanjang 120 kilometer yang ditetapkan PBB pada 2000 sebagai batas pemisah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dari wilayah Lebanon.

Baca Juga : Lebanon Resmi Gugat Israel ke PBB: Tembok Perbatasan Langgar Kedaulatan

Garis ini bukan perbatasan resmi, melainkan penanda penarikan, dan setiap pelanggaran terhadapnya, baik oleh darat maupun udara, dianggap sebagai pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Dengan kekuatan sekitar 10.058 penjaga perdamaian dari 50 negara, UNIFIL beroperasi di sepanjang Blue Line.

Menurut Tenenti, penyelidikan sejak beberapa bulan lalu telah mendeteksi kemungkinan penggunaan fosfor putih oleh tentara Israel di dekat pangkalan UNIFIL. Dewan Keamanan PBB juga telah mengetahui soal penemuan tersebut.

Baca Juga : HNW: Indonesia Harus Taat Konstitusi, Dewan Perdamaian Jangan Jadi Legitimasi Penghapusan Gaza

Amunisi fosfor putih tidak dilarang sebagai senjata kimia. Biasanya bahan ini digunakan militer untuk membuat tabir asap, menandai target, atau membakar bangunan.

Namun, karena dapat menyebabkan luka bakar serius dan memicu kebakaran, konvensi internasional melarang penggunaannya terhadap target militer yang berada di wilayah warga sipil.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : DPR Ingatkan Pemerintah: BOP Gaza Bentukan AS Berpotensi Jadi Beban dan Alat Legitimasi Israel