Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Trump Sebut Respons Iran Terhadap Proposal Damai AS Tidak Dapat Diterima

Donald Trump tolak respons Iran atas proposal damai AS dan sebut jawaban Teheran tidak dapat diterima.

Presiden Donald Trump secara terbuka menolak tanggapan Teheran atas proposal perdamaian Timur Tengah, Senin (11/5/2026).(foto: rmol)
Presiden Donald Trump secara terbuka menolak tanggapan Teheran atas proposal perdamaian Timur Tengah, Senin (11/5/2026).(foto: rmol)
A A

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON DC– Ketegangan diplomatik antara (AS) dan memasuki babak baru setelah Presiden secara terbuka menolak tanggapan Teheran atas proposal perdamaian . Melalui unggahan di platform pada Senin (11/5/2026), Trump meluapkan kemarahannya dan menuding Iran tengah mencoba mempermainkan dunia internasional melalui mediator mereka.

​"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘perwakilan’ . Saya tidak menyukainya — sama sekali tidak dapat diterima!" tulis Trump menanggapi jawaban Teheran yang dikirimkan melalui Pakistan sebagai penengah. 

Sikap keras ini muncul setelah AS mengajukan 14 poin persyaratan, termasuk penghentian pengayaan uranium selama 12 tahun dan penyerahan ratusan kilogram uranium yang telah diperkaya sebagai syarat pencabutan serta blokade laut.

​Di sisi lain, pihak Iran melalui kantor berita mengklaim bahwa jawaban yang mereka berikan bersifat realistis dan bertujuan positif untuk mengakhiri peperangan di wilayah tersebut, terutama di Lebanon. Sumber resmi Iran menegaskan bahwa fokus Teheran saat ini adalah menyelesaikan perbedaan dengan Washington, asalkan blokade angkatan laut yang diterapkan AS sejak pertengahan April segera dihentikan demi kelancaran pelayaran di .

Dilansir dari RMOL, konflik ini kian memanas seiring dengan meningkatnya aktivitas militer di perairan Teluk. Iran tetap pada pendiriannya untuk menutup bagi kapal asing sebagai balasan atas blokade AS yang telah menyebabkan kerugian ekonomi besar. 

Meskipun gencatan senjata yang dimulai sejak 8 April secara teknis belum berakhir, penolakan keras Trump ini diprediksi akan membuat stabilitas keamanan dan harga pangan global kembali berada dalam ketidakpastian tinggi.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait