Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

PM Kanada Mark Carney Serukan Persatuan Nasional Hadapi Perang Dagang dengan AS

PM Kanada Mark Carney serukan persatuan nasional hadapi perang dagang dan tarif impor senilai 20 miliar dolar AS

Tangkapan layar dari sebuah video memperlihatkan Mark Carney berbicara kepada media setelah upacara pelantikan di Ottawa, Kanada, pada 14 Maret 2025. (Foto: Xinhua/Mick Gzowski)
Tangkapan layar dari sebuah video memperlihatkan Mark Carney berbicara kepada media setelah upacara pelantikan di Ottawa, Kanada, pada 14 Maret 2025. (Foto: Xinhua/Mick Gzowski)
A A

Nusantaraterkini.co, OTTAWA - Perdana Menteri (PM) pada Selasa (8/9/2026) menyerukan persatuan nasional untuk menghadapi konflik perdagangan dengan (AS), setelah mulai berlakunya tarif balasan Kanada terhadap impor dari AS pada Selasa pagi waktu setempat.

"Setiap kali kita memilih membeli produk atau melancong di Kanada, kita menyampaikan pesan bahwa tidak seorang pun di negara ini yang sekadar menjadi penonton. Sebanyak 40 juta dari kita turut berkontribusi," kata Carney dalam pidato video nasional terbarunya bertajuk "Pedoman ke Depan" (Forward Guidance).

Perundingan dagang antara Kanada dan AS menemui jalan buntu pada akhir Agustus lalu, setelah Washington memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai 20 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.653).

Sebagai tanggapan, Ottawa mulai memberlakukan tarif balasan dengan besaran yang setara terhadap impor dari AS, termasuk baja, produk susu, peralatan pertanian, bubur kertas, dan produk elektronik.

"Setiap tindakan selalu memiliki konsekuensi biaya. Namun, hal itu tidak sebanding dengan kerugian yang harus ditanggung jika kita hanya berdiam diri," kata Carney.

Menegaskan kembali posisinya, Carney menyatakan bahwa pihak AS mengajukan tuntutan yang tidak beralasan pada menit-menit terakhir yang mengancam kedaulatan serta kepentingan industri inti Kanada.

Kanada memilih untuk mundur dari kesepakatan yang buruk dan menerapkan langkah-langkah balasan, imbuhnya.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait