Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

TKN: Prabowo-Gibran akan Lanjutkan Pengembangan Ekonomi Syariah Era Presiden Jokowi

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Ilham Al Banjari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Komandan TKN Fanta Arief Rosyid Hasan saat menghadiri grand opening Merial Syariah Boutique Hotel di Jalan Cipaganti, Taman Sari, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (24/2/2024). (Foto: Istimewa)

TKN: Prabowo-Gibran akan Lanjutkan Pengembangan Ekonomi Syariah Era Presiden Jokowi

Nusantaraterkini.co, BANDUNG - Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta (Pemilih Muda) Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah era Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan dilanjutkan oleh pasangan Prabowo-Gibran.

Baca Juga : Bacagub Jakarta Ridwan Kamil Kunjungi Markas TKN Fanta

Hal ini disampaikannya saat menghadiri grand opening Merial Syariah Boutique Hotel di Jalan Cipaganti, Taman Sari, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (24/2/2024) lalu.

Baca Juga : Orang Muda Diminta Ikut Dorong Kebijakan di Sektor Maritim

Dalam sambutannya, Arief menyinggung potensi ekonomi syariah di Indonesia mencapai sekitar Rp4.000 triliun. Namun upaya maksimalnya hanya baru sekira 10 persen, padahal investasi di sektor ekonomi dan keuangan syariah adalah yang paling menjanjikan. 

“Investasi di jalan ekonomi dan keuangan syariah inilah pilihan yang paling benar. Karena ternyata masih ada 90 persen atau sekitar Rp3.600 triliun yang belum teroptimalkan. Jadi potensi yang sangat besar ada di fesyen, properti kemudian ada di ziswaf, dan di perbankan, salah satunya yang terbesar yang kini sudah maju yakni BSI, insya Allah menyusul Bank Muamalat dan BTN Syariah,” jelasnya.

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun Ekonomi Syariah: Menuju Arus Utama Perekonomian Nasional dan Target Investasi 2026

“Semua pembiayaan di sektor syariah bisa jauh lebih besar. Jadi mumpung semua pembiayaan di sektor syariah jauh lebih besar, mumpung semua sedang dibesarkan perbankannya tentu saja turunan bisnisnya tentu saja akan semakin berkembang,” sambungnya.

Baca Juga : Kinerja Bank Positif, Kredit Syariah Diyakini Tumbuh pada 2026

Arief menyebut, visi Indonesia Maju tak mungkin bisa diwujudkan jika ekonomi dan keuangan syariah tidak ikut bertumbuh besar.

“Jadi Indonesia Maju, pertumbuhan ekonomi kita nanti bisa 6-7 persen, harapannya ke depan mencapai 10 persen. Pendapatan per kapita kita masih diangka 4.580 USD, untuk menjadi negara maju harus tiga kali lipat, mencapai 13 ribu USD misalnya. Tidak bakal tercapai kalau ekonomi dan keuangan syariah tidak signifikan. Mengapa? Karena 87 persen penduduk Indonesia ini adalah Muslim,” ujarnya.

Baca Juga : Gugatan tak Mendasar, Pasangan Amir-Jiji Segera Dilantik jadi Wali Kota Binjai

Karena itu ia menekankan pentingnya memperluas aktivitas ekonomi usaha di sektor ekonomi syariah. Sebab kata Arief, ekonomi dan keuangan syariah sangat berpotensi di masa saat ini dan masa mendatang.

Baca Juga : Transisi Kepemimpinan, Prabowo Minta Calon Wamen Tancap Gas Kerja Maksimal

“Sektor ekonomi keuangan syariah ini sangat potensial tidak hanya di masa-masa yang akan datang tapi di masa- masa yg sekarang, karena bank-nya lagi digedein, semua sama pemerintah, kedepan tentu dibutuhkan afirmasi-afirmasi dari pemerintah,” tandasnya.

(HAM/nusantaraterkini.co)