Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tiga Pusat Badai Ancam Cuaca Ekstrem, Waspada Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter di Selat Malaka dan Laut Pasifik

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Informasi BMKG tetkait potensi dan ancaman badai di sejumlah wilayah, Senin (24/11/2025).(foto:BMKG)

Nusantaraterkini.co,MEDAN-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul pemantauan tiga pusat tekanan rendah dan siklon tropis yang berpotensi memicu cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di berbagai wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan, pada Senin (24/11/2025).

​Perhatian serius tertuju pada Bibit Siklon Tropis 92W yang berada di utara Maluku Utara. Bibit ini menunjukkan potensi perkembangan yang tinggi menjadi siklon tropis penuh, bergerak ke arah Barat dengan kecepatan angin maksimum 30 knot (56 km/jam). Keberadaannya diperkirakan membawa dampak langsung dan tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat di Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Utara, serta memicu angin kencang di Maluku Utara.

Baca Juga : BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatera Utara Hingga 27 November 

Selain itu, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (kategori Moderate Sea) diperkirakan terjadi di Laut Maluku, Perairan Sangihe-Talaud, dan Samudera Pasifik utara Maluku hingga Papua.

​Di saat bersamaan, Bibit Siklon Tropis 95B terpantau di sekitar Selat Malaka sebelah timur Aceh. Bibit ini memiliki potensi berkembang menjadi siklon tropis yang tergolong rendah, dengan pergerakan ke arah Barat–Barat Laut.

Dikutip dari saluran resmi BMKG, meskipun potensinya rendah, dampaknya tetap terasa dengan potensi hujan sedang hingga lebat di Aceh dan Sumatera Utara, serta angin kencang di Aceh. Kondisi pelayaran di perairan barat pun perlu diwaspadai karena gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di Perairan Selat Malaka hingga Riau.

​Sementara itu, Siklon Tropis FINA yang berada di Laut Timor wilayah Perairan barat daya Darwin, Australia, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 100 knot (185 km/jam), diperkirakan akan menurun intensitasnya dalam 24 jam ke depan menjadi Tropical Depression dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah Barat.

Namun, dampak tidak langsung dari FINA masih memicu gelombang tinggi hingga 2,5 meter di Laut Arafura bagian barat dan Perairan Selatan NTT (Imbas TC FINA).

Baca Juga : BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumatera Barat hingga Akhir November 

BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan operator pelayaran, untuk mengikuti perkembangan informasi cuaca secara berkala dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghindari risiko bencana yang disebabkan oleh aktivitas tiga pusat badai ini.

(*/Nusantaraterkini.co)